Seru Seruan Seharian Bareng JBB Adventure

Seru Seruan Seharian Bareng JBB Adventure. Awal Januari lalu, dimana masa liburan sudah habis dan orang-orang udah pada sibuk dengan berbagai aktivitasnya, kami para blogger justru dengan isengnya malah ngadain gathering bareng JBB Adventure. JBB Adventure atau lengkapnya Jejak Black Barry Adventure adalah penyelenggara wisata seru-seruan di Lombok. Sesuai namanya, Jejak Black Barry fokus kepada objek wisata yang sifatnya adventure. Mulai dariย river tubing, pendakian, dan masih banyak lagi. Pertemuan kemarin jadi makin seru karena hari itu juga adalah pertama kalinya saya bertemu langsung dengan beberapa teman yang sebelumnya hanya diajak bertegur sapa lewat dunia maya. Ya, termasuk owner dari JBB Adventure itu sendiri, Barry Perdana Putra.

Perkenalkan, Jejak Black Barry Adventure

Sebelum bercerita tentang keseruan kami seharian bersama JBB Adventure kemarin, saya mau mengenalkan sedikit. Inilah Jejak Black Barry Adventure. Teman perjalanan bagi kalian yang pengen wisata di Lombok, spesialis wisata adventure tentunya. Mendaki gunung lewati lembah, terabas hutan, manjat tebing, sepedaan MTB, ngeriver tubing dan yang aneh-aneh sejenisnya bisa kalian lakukan bareng JBB Adventure. Saya pribadi selama tinggal di Lombok senangnya ya wisata manja aja. Eaaa.. Sampai akhirnya kenal dengan Barry (owner JBB Adventure) dan mulai mencoba salah satu wisata adventure-nya, yaitu river tubing.

Meskipun udah tahu lama sama yang namanya JBB Adventure, tapi kemarin adalah pertemuan pertama saya dengan si owner, Barry Perdana Putra. Anak muda keren dengan pikiran kerennya! Percayalah, suatu saat yang akan membuat satu postingan khusus tentang dia. Cerita tentang Barry gak akan cukup kalau cuma nyempil di postingan ini.

Perjalanan ke Pringgasela

Kami berangkat dari Mataram pada pukul 07.00 lewat banyak BWAHAHAHAH (Maaf Fian, saya ngaret). Cuma berempat sih. Saya, suami, Alfian Hoki dan Ainun (adiknya Alfian Hoki). Oh ya, pertama kalinya nih saya kopdaran sama Alfian. Si langganan juara blog yang udah dapat segala macam hadiah mulai dari action cam, smartwatch, smartphone mahal, uang tunai puluhan juta, oke saya lebay :D. Tapi beneran lho. Kopdaran kali ini emang anti mainstream, bukan pergi ngopi di coffee bar seperti agenda kopdaran yang biasa saya lakukan. Melainkan kita bakal ngeriver tubing. Yuhuuuu~

Pemandangan dari Lantai 3 kantor JBB Adventure

Setelah ketemuan di meeting point, yaitu di depan Mataram Mall. Kita belanja minuman dan snack bentar kemudian cuss ke Pringgasela, Lombok Timur. Sebelum pukul 9 pagi kita udah tiba di kantor JBB Adventure yang tidak lain adalah rumah si masbro, Barry Perdana Putra. Ya ampun rumahnya kece banget banget! Suatu hari kalau ke Lombok, kalian mesti main ke sana. Dari lantai 3 rumah, kita bisa puas lihat si Rinjani yang lagi tersenyum manja. Kopi dan teh yang disajikan di sana enaknya bukan main, saya juga gak ngerti kenapa. Yang paling penting nih, semuanya ramah. Haiya ampunnnn..rasanya pengen pinjam pintu ajaibnya Doraemon biar setiap hari cuss ke JBB Adventure.

Bermain River Tubing (Lagi)

Seperti yang saya jelaskan di awal, kalau JBB Adventure ini adalah spesialis penyelenggara wisata adventure salah satunya yaitu river tubing. Jadi yang pertama kali kami lakukan setibanya di JBB Adventure adalah main river tubing. Eh gak ding, sebelumnya sempat ngopi sama ngobrol dulu ๐Ÿ˜€ Saya udah lebih dari sekali main river tubing di Sungai Mencerit (lokasi river tubingnya JBB Adventure) dan aman-aman aja, paling kelelep 2 kali di 2 spot yang menurut saya emang jeramnya cukup cihuy. Jadi lumayan gaya lah, mengingat teman-teman blogger yang lain kebanyakan malah belum pernah main sama sekali.

Oh iya, selain kami berempat ada 2 blogger dari Lombok Timur juga yang ikutan yaitu Bunsal dan Emi. Selebihnya yaitu tim JBB Adventure dan 2 orang tamu umum (eaaa..umum…) lainnya. Sebelum main saya sempat dibisikin sama salah seorang crew JBB Adventure: pssst..mbak, yang sekarang beda lho sama pas mbak main tempo hari.. Udah, dia bilang gitu doang sambil kasih penjelasan yang sebenarnya gak saya ngerti. Baru saat main river tubing beneran akhirnya saya ngerti, RIVER TUBING YANG EDISI GATHERING KEMARIN NGEHE BENER! Bayangin, kalau sebelum-sebelumnya saya cuma 2 kali jatuh, nah yang kemarin itu saya malah cuma 2 kali gak jatuh! IYA, BENERAN! Tapi ngehenya adalah, main river tubing ini kok nagih bener yak.

photo by: IG @bunsal88

Saya akui, arus yang kemarin beneran deras. Jeramnya makin kejam. Tapi justru bikin makin seru dan bikin saya makin kelihatan paling penakut diantara semua peserta. Lihat aja foto di atas. Itu jeram yang baru terbentuk, sebelumnya ada batu kayaknya yang menghalangi. Eh pokoknya itu jeram paling kejam! Udah lah kedalamannya melebihi jeram-jeram yang lain, arusnya paling dahsyat pula. Cuma suami saya dan tim JBB Adventure yang aman melewatinya. Yang lainnya pada jatuh semua! Terus nih, saya dan Emi adalah korban kelelep di sana. Itu udah macam lagi snorkeling di sungai. Huhuhuhu.

Thanks banget sama Bunsal yang udah fotoin momen di atas. Momen setelah saya kelelep dan udah bisa berdiri dengan baik, terus berlagak sok nolongin Emi dari terjangan arus #eaaa.. BTW, mau main river tubing juga di sini? Yuk simak dulu biaya yang harus disiapkan ๐Ÿ™‚

  • Peserta dari 2 โ€“ 4 orang dikenakan biaya Rp165.000/orang
  • Peserta dari 6 โ€“ 9 orang dikenakan biayaย  Rp150.000/orang
  • Peserta dari 10 ke atas dikenakan biaya Rp135.000/orang
  • Untuk partai group besar di atas 20 orang bisa melakukan negosiasi langsung dengan JBB Adventure

PS. Biaya di atas sudah termasuk snack yang rasanya enak banget setelah kita berdingin-dingin di sungai. Sesi nge-snack adalah SESI FAVORIT SAYA di kegiatan river tubing tersebut. wkwkwkwkwk

Makan Siang ala Menu Rumahan

Setelah kelar 2 jam main river tubing, kita balik ke kantor JBB Adventure. Ganti pakaian dan shalat, setelah itu makan siang. Ini juga bukan kali pertama saya makan siang di kantor JBB Adventure dan semoga besok besok selalu ada kesempatan ke sana. Makan siang ala rumahan. Di ruang utama rumah si Barry. Di meja lain ada beberapa turis asing yang juga bersiap makan siang. Pelayannya? tidak lain adalah crew JBB Adventure itu sendiri. Aih, mereka itu semua serba bisa. Keren-keren pula. Pssstt..sebagian besar masing single dan sedang mencari pasangan. BWAHAHAHAHHA.. PROMOSI TERSELUBUNG!

Lalu ada menu apa saja? Komplit! Nasi putih, gado-gado, pelecing kangkung, tumis buncis, sayur kelor, sayur nangka, tempe goreng, tahu isi, telur bumbu kari, ayam goreng, kerupuk dan tentunya buah nanas yang segar banyak karena emang kebunnya ada di sana. Ya ampun, ngetik menunya gini langsung jadi laper ๐Ÿ™ Pintu ajaib mana pintu ajaib, saya mau cuss ke Pringgasela nih! Hahahahaha. Makan siang gak termasuk ke dalam biaya river tubing, kalau mau makan siang juga teman-teman harus menyiapkan biaya sebesar 65rb per orang. Udah kenyang banget itu dan tentu aja gak mahal, lah harganya sama aja segelas kopi setarbak. Hihihi.

Ngobrol Ngobrol Seru di Hadapan Rinjani

serius menyimak Barry bercerita. PS. Barry tidak tampak di foto. LOL

Beres makan siang, kami lanjut ngopi-ngopi cantik di lantai 3. Niatnya pengen foto bareng pemandangan Gunung Rinjani, tapi Rinjaninya gak kelihatan. Ketutup awan euy. Gak jadi deh foto-fotoannya. Awalnya juga kami pengen sepedaan ke lokasi air terjun yang ada di sana, namanya Air Terjun Semporongan. Apa daya fisik kami beneran terkuras usai bermain river tubing (Bwahahahha..gagal jadi anak adventure), akhirnya batal deh. Kami ngobrol banyak siang itu, kebanyakan sih tentang napak tilasnya si Barry Perdana Putra dalam mengelola JBB Adventure ini.

Satu hal yang saya suka dengan JBB Adventure, dia ngurusin tamu itu gak berasa sama tamu. Lebih berasa sebagai teman, bahkan keluarga. Asli deh, asyik dan seru banget. Saya melihat betul (saat itu ada tamu turis asing pula) bagaimana tim JBB Adventure bersikap kepada para tamunya.

Menengok Para Penenenun

Usai ngopi dan ngobrol-ngobrol kami pun melanjutkan sesi lainnya, yaitu melihat langsung para penenun yang ada di Pringgasela. Jujur aja saya baru tahu kalau Pringgasela ini adalah desa penenun. Hampir semua rumah yang ada di sana adalah penenun. Ya, aktivitas mereka memang menenun. Mau ada atau tidak wisata yang berkunjung mereka memang selalu menenun. Beruntung apabila saat kita berkunjung bisa melihat langsung para wanita yang sedang menenun. Karena ada kalanya mereka sedang beristirahat, ataupun sedang melakukan aktivitas lainnya. Jadi kita hanya bisa melihat peralatan tenunnya di teras rumah. Atau terlihat di kamar yang kita intip dari balik jendela. (((ngintip)))

Yang khas dari tenun di Pringgasela ini adalah sebagian besar pewarnaannya bersifat alami, yaitu menggunakan batang, akar, maupun dedaunan. Kain tenun yang dihasilkan pun punya ciri khas tersendiri karena adanya tahapan perendaman benang menggunakan air ketan. Dimana awalnya kain akan terasa sangat keras, namun setelah 1-2 kali dicuci teman-teman akan mendapat kainnya yang sangat lembut. Percaya deh! Saya sudah membuktikannya. Kain-kain para penenun ini kemudian dipajang dan dijual di kantor JBB Adventure. Kebetulan banget saat kami datang di pagi harinya, ada penenun yang membawa kain tenunnya yang baru saja jadi untuk segera dipajang.

Tidak lama setelah berkeliling melihat para penenun, akhirnya kami bersiap pulang. Ah, saya selalu kangen dengan tempat ini. Tempatnya yang menyenangkan. Semoga suatu hari bisa ke sana lagi :”)

(Halah, lebay! Padahal Mataram-Lombok Timur juga gak jauh. Wkwkwkwk)

Biasa dipanggil Andy. Pernah tinggal lama di Makassar dan sekarang di Mataram, Lombok. Ngeblog sejak 2007. Senang kulineran, staycation, kopdaran di cafe, browsing produk di toko online tapi gak beli, dan tentu saja...senang menulis :) Bisa dikontak di andyhardiyanti@gmail.com

8 Comments

  • Haryadi Yansyah | Omnduut.com January 10, 2017 at 6:21 am

    Untung banget baca postingan ini selepas makan siang. Kalo nggak ini komputer aku bully deh hahaha.

    Haaaa seruuuu. Mau juga main balon eh ban warna-warni *walaupun aku gak yakin bannya bisa bertahan menampung bobot tubuhku yang semok ini.

    Enaknya rame-rame ya emang, selain lebih murah, lebih seru. Jejeritannya lebih epik dan dramatis! hahaha

    Reply
    • andyhardiyanti January 10, 2017 at 3:31 pm

      Wkwkwkwkw..bully aja komputernya, biar ramai! #paansih

      Yoih. Besok besok kalau pas ke Lombok jangan lupa mampir ke sini. Bobot tubuh di-normal-kan dulu. Xixixi

      Reply
  • Mukhsin Pro January 10, 2017 at 9:29 am

    Seru banget liburannya. Seminggu lagi saya juga libur kuliah, belum ada rencana sih mau liburan kemana. Hehehe

    Reply
    • andyhardiyanti January 10, 2017 at 3:30 pm

      Nah, ayo direncanakan. Selamat liburan yaaa ^_^

      Reply
  • BunSal January 10, 2017 at 11:11 am

    Proteessss..
    Yg di jeram kejam, banyak yang ndak kecebur koq.
    Termasuk aku, Ainun juga Fian.
    Tapi yg ada fotonya cuma Ainun dan Fian..
    Gi edit2 foto buat tulisanku sendiri ni.

    Berkunjuuunggg..

    Reply
    • andyhardiyanti January 10, 2017 at 3:29 pm

      Eh masa? Wuihhh..hebattt!
      Saya sama Emi kadung kelelep, jadi gak sadar akan semua yang terjadi.
      Eaaaaa~

      Reply
  • Dewi Nielsen January 10, 2017 at 5:36 pm

    Suka banget bacanya ceritamu mbaak…:D lucu yang pas dirimu kelelep ๐Ÿ˜€ pasti paniknya nggak karuan ya…
    Trus habis tubing disuguhi makanan enak begitu..semua enak-enak pula..kangkung plecing…kangen banget makan ini.

    Reply
  • Mugniar January 13, 2017 at 3:09 am

    Seruuu. Tapi bagian paling serunya adalah makaaaaan ๐Ÿ˜€

    Reply

Leave a Comment