Rumah Makan Bengkel: Murah Meriah Khas Sasak

bengkel

Rumah Makan Bengkel: Murah Meriah Khas Sasak. Untuk menikmati kuliner khas Sasak bisa dilakukan dengan beragam cara: mulai dari duduk lesehan di pinggir sawar, lesehan di atas bukit, duduk di kursi eksklusif restoran ala para elite dan yang terakhir menikmatinya di rumah makan dengan kursi serta meja plastik lengkap dengan suasana crowdednya. Cara mana yang paling nikmat? Sesuaikan dengan kebutuhan anda. Tetapi kalau anda sudah begitu lapar dan ingin makan saat itu juga, maka makan di Rumah Makan Bengkel mungkin bisa jadi salah satu solusinya.

Sebelum tulisan ini berlanjut, alangkah baiknya saya jelaskan terlebih dahulu perihal kata ‘Bengkel’ yang dimaksud di sini. Tentu bukan ‘Bengkel’ yang berurusan dengan bagian-bagian pada motor maupun mobil. Bengkel merupakan salah satu daerah yang berada di kecamatan Labu Api, kabupaten Lombok Barat. Cara penyebutannya juga beda dari biasanya ya. Diman huruf e pada beng dan kel diucapkan seperti huruf e pada kata elang. Oke yaa, jadi urusan pengucapan sudah pada bisa kan?  Rumah Makan Bengkel ini tepatnya berada di Jln. TGH Ibrahim Khalidy/Jln.Raya Kediri, Bengkel, Lombok Barat. Sesungguhnya saya bingung persisnya jalan mana, di plang lain di peta lain nama jalannya. Anggap saja nama jalan lama dan jalan baru ya ;). Rumah Makan ini sangat mudah didapat karena lokasinya yang berada tepat di pinggir jalan. Dari kota Mataram pun mudah diakses, dimana lokasinya berada di terusan GOR Turida (Jln.TGH.Faisal) dan bisa pula dijangkau dari kawasan pabrik di Jln.TGH.Saleh Hambali.

bengkel2

Saat tiba di Rumah Makan Bengkel anda akan disambut oleh pemandangan parkiran yang penuh. Dan untungnya sudah diantisipasi oleh pengelola dengan menyediakan tempat parkir tambahan yang cukup lapang di samping bangunan Rumah Makan. Tidak sampai disitu, jangan terlalu berharap ada AC di sini. Kecuali anda merasa cukup dengan putaran kipas angin di level tertinggi, kalau tidak? Maka bersiaplah dengan udara yang panas, terlebih lagi kalau anda datang saat siang hari. Wajar saja, Rumah Makan Bengkel berlokasi tepat di pinggir jalan. Dimana sekitarnya ramai dengan hiruk pikuk kesibukan khas kota. Kota kabupaten Lombok Barat maksudnya… Yang mana asap kendaran yang bertebaran pun pohon-pohon yang jumlahnya kurang menjadi faktor pendukung suasana panas di sini. Jadi jangan bayangkan sejuknya suasana makan lesehan di atas bukit, di tepi sawah maupun full AC-nya restoran. Tapi tenang saja, crowdedcrowded begini kebersihan Rumah Makan Bengkel tetap terjaga kok 😉

bengkel4

Begitu masuk saya sarankan untuk segera mengambil tempat duduk. Ini berlaku kalau anda tidak datang sendiri. Jadi orang yang satu mengambil posisi duduk, sedangkan orang lainnya siap-siap antri memesan makanan. Adapun cara memesan makanan di Rumah Makan Bengkel adalah sebagai berikut:

  1. Pilih lauk yang sudah ada ditampilkan di etalase
  2. Selanjutnya pelayan akan mencatat seluruh pesanan anda
  3. Kalau tidak banyak, misalnya hanya 1 atau 2 lauk saja maka anda bisa memilih untuk membawa sendiri lauk-lauk yang sudah dipesan tadi ke posisi duduk anda
  4. Kalau banyak, maka setelah memesan silahkan kembali ke tempat duduk dan tunggu pesanan anda diantarkan

Selain memesan lauk, anda pun harus menginformasikan pada mbak pelayan yang mencatat tadi terkait berapa porsi nasi putih yang akan anda pesan. Pikirkan baik-baik, kalau benar-benar lapar ya langsung saja pesan dua porsi. Ini penting karena satu porsi nasi putih di sini sudah termasuk satu porsi sayur bening, sambal+lalapan, segelas air mineral dan semangkuk kobokan. Oke, yang terakhir tidak begitu penting. Akan lain halnya jika pesanan nasi putih tambahan anda menyusul. Yang akan diantarkan nantinya hanya sepiring nasi putih, tanpa bonus++nya tadi. Kalau anda mau protes sih bisa saja, tapi mungkin karena banyak yang harus dilayani dan mungkin mereka berpikir hematnya saja. “Mbak, nasinya tambah satu ya!”, berarti yang ditambah hanya seporsi nasi. Benar tidak? Nanti tanyakan pada mbak pelayannya yaa 😉

bengkel1

Untuk jenis lauknya memang tidak fix khas Sasak saja. Buktinya ada beberapa menu lain seperti tempe tahu (ini makanan khas mana sih?) dan olahan ikan laut maupun tawar yang bukan khas Sasak. Tentunya menu khas Sasak-lah yang merajai etalase kaca ini, diantaranya ada: pelecing kangkung, bebalung, ikan bumbu rajang dan masih banyak lagi. Nyaris 90% lauk di sini pedas! Tapi kembali lagi sih, pedas itu relatif kan ya 😉 Pedasnya aku beda sama pedasnya kamu hehehe. Oh iya, untuk minumannya banyak juga tuh. Standar menu minuman rumah makan pada umumnya sih yaa. Selain itu juga tersedia minuman-minuman bermerek di lemari pendingin. Nah, yang kerennya lagi nih kalau kalian mau belanja oleh-oleh juga bisa! Di sini ada satu rak panjang yang memuat sejumlah produk khas Lombok. Yuk dipilih…

bengkel3

Selesai makan dan sesi duduk-duduk sebentar maka kita bisa langsung menuju ke kasir untuk menyelesaikan pembayaran. Seingat saya waktu itu harga seporsi ikan bumbu rajang adalah Rp30.000,-; seporsi ikan tawar apa gitu namanya Rp25.000,-; seporsi pelecing yaitu Rp8.000,-; seporsi kerupuk kulit ikan yaitu Rp17.000,-. Nah, saat bayar totalnya sejumlah Rp80.000,- Lah? ini nasinya gratis ya? Mungkin saja. Kalau ke sana akan saya tanyakan lagi 😉 Kalau dilihat sepintas sebenarnya tidak cocok sih disebut murah meriah. Tapi mungkin karena faktor ‘cepat sajinya’ (FYI, perputaran lauk di sini cepat sekali. Habis yang di etalase, di dapur belakang sudah siap dengan stok baru) dan itu tadi.. sepertinya si nasi++ itu gratis!

Menurut saya sih dengan harga segitu sudah cukup terbayar kok. Makanannya enak dan sukses bikin keluar keringat. Yang artinya nikmat banget kan ya… makanannya maksudnya. Biasanya yang ramai ke sini adalah yang datangnya rombongan. Mulai dari wisatawan, orang-orang kantoran ataupun orang Lombok yang kebetulan baru saja tiba dari bandara. Saat lapar sepanjang perjalanan dari bandara terus pengen makan apa gitu yang gak pakai lama untuk disantap. Rumah Makan Bengkel ini pas banget untuk disinggahi.

Jadi kalau ke Lombok jangan lupa mampir di Rumah Makan Bengkel yaa teman-teman 😉

Biasa dipanggil Andy. Pernah tinggal lama di Makassar dan sekarang di Mataram, Lombok. Ngeblog sejak 2007. Senang kulineran, staycation, kopdaran di cafe, browsing produk di toko online tapi gak beli, dan tentu saja...senang menulis :) Bisa dikontak di andyhardiyanti@gmail.com

32 Comments

  • Hastira January 5, 2016 at 8:03 pm

    wah kecele, dikirain bengkel motor taunya nama daerah toh

    Reply
    • andyhardiyanti January 6, 2016 at 2:00 am

      Hahahah… cara pengucapannya juga jangan sampai kecele ya mbak 😀

      Reply
    • Revorma January 12, 2016 at 8:10 am

      Iya nih, kirain rumah makannya di deket bengkel motor/mobil gitu, yang dikhususin buat pelanggan bengkel, eh ternyata nama daerah,

      Reply
  • Enny Law January 5, 2016 at 9:54 pm

    Plecing kangkung tuh khas sasak ya. Ibuku sering bikin tp gk tau khas mana pokonya enak 😀

    Reply
    • andyhardiyanti January 6, 2016 at 2:01 am

      Iya mbak, khas Sasak. Kangkung di sini terkenal lebih cantik, besar dan segar dibanding kangkung-kangkung di daerah lain.

      Reply
  • arman January 5, 2016 at 10:27 pm

    mirip kayak rumah makan padang ya?

    Reply
    • andyhardiyanti January 6, 2016 at 2:05 am

      iya man, mirip dikit. Jadi kita pesan lauk-lauknya, kalau udah pesan ya wajib bayar. Kalau rumah makan Padang kan langsung disajikan tuh semua lauknya, nanti yang dihitung ya yang kita makan saja. Yang gak dimakan balik lagi ke etalasenya 😀

      Reply
  • rahmiaziza January 5, 2016 at 10:56 pm

    Aku pikir rumah makan bengkel, settingan tempatnya kaya bengkel hihihi. Penataan piringnya kaya rumah makan padang.

    Reply
    • andyhardiyanti January 6, 2016 at 2:08 am

      Ada yang ‘kena’ lagi nih 😉 Namanya ada-ada aja ya emang…

      Reply
  • Gara January 6, 2016 at 1:46 am

    Saya belum pernah makan di rumah makan ini :haha, tapi dengar-dengar cerita Bapak yang mengajar di Selagalas (guru-guru di sekolah suka beli nasi bungkus dari sini), katanya enak sih makanannya. Cuma saya jarang makan yang per lauk begini, biasanya beli nasi campur langsung (dan di sanalah keunikan kuliner Jawa Timur ke timur :haha), tak perlu pilih lauk, langsung pesan mau nasi campur sekian rupiah dan dapat deh nasi bungkusnya langsung :haha.
    Nanti kalau pulang kampung saya coba, ah.

    Reply
    • andyhardiyanti January 6, 2016 at 2:09 am

      Iya, Gar. Enak dan puas banget lah kalau makan di sini 😉 Jadi, nanti kita kopdaran di Rumah Makan Bengkel nih? Wkwkwkwk

      Reply
  • Lidya January 6, 2016 at 2:21 am

    kalau buat aku mungkin cukup 1 posri nasi saja ya mbak, tapi kalau bawa anak bisa langsung pesan dua ya hehehe jadi irit

    Reply
    • andyhardiyanti January 6, 2016 at 1:51 pm

      Iya mbak, kalau bawa anak sekalian saja pesan nasi tambahannya 😉 Kalau tidak habis kan bisa dibungkus.

      Reply
  • Sandi Iswahyudi January 6, 2016 at 2:54 am

    berarti kalau ke sini, saya merasakan kuliner Lombok dan yang pedas-pedas. hem cocok sekali sama saya yang suka pedas. Kalau di Malang ada namanya gudang oleh2. Kalau di Lombok bengkel. hem ada2 saja, para produsen untuk menarik pelanggan

    Reply
    • andyhardiyanti January 6, 2016 at 1:55 pm

      Heuheuheu iyahh kuliner Lombok memang terkenal dengan rasa pedasnya 😉

      Reply
  • Alris January 6, 2016 at 8:03 am

    Kalo masakannya pedas-pedas cucok nih… Bisa jadi referensi kalo ke Lombok.

    Reply
    • andyhardiyanti January 6, 2016 at 1:56 pm

      Iya mas, apalagi kalau rame-rame. Pas banget nih makan di sini. Eh tapi semua makanan di Lombok emang pedas-pedas sih mas, bukan hanya di sini saja.

      Reply
  • Ratna Dewi January 6, 2016 at 1:54 pm

    Walah tak kirain rumah makannya one stop service sama bengkel, hihi. Betewe kayaknya makanannya enak dan menggoda tuh, pedes2.

    Reply
    • andyhardiyanti January 6, 2016 at 1:59 pm

      Hahahahah.. bukan mbak… Iya mbak, lauknya sebagian besar pedas semua di sini 😉

      Reply
  • Ekahei January 6, 2016 at 7:48 pm

    Info menarik nih klo suatu saat di kasih rejeki ke lombok 🙂

    Reply
    • andyhardiyanti January 11, 2016 at 3:00 am

      Amiiin, semoga bisa segera berkunjung ke Lombok yaa 🙂

      Reply
  • Mugniar January 7, 2016 at 1:05 am

    Wiii sukaku kalo makanan pedis, Mama Sedja. Kalo ada rezeki ke Lombok ajak ke sana yaa *maunya moo hahaha*

    Reply
    • andyhardiyanti January 11, 2016 at 3:02 am

      Amiiin…siapa tahu tiba-tiba ada yang sponsori ki’ jalan-jalan ke Lombok, kak 😀 Toss dulu sama-sama suka makanan pedis.

      Reply
  • Anis Hidayah January 7, 2016 at 7:36 am

    Wah tambah 1 tempat lagi buat referensi kalau ke Lombok,,,, cuman menurutku yaw mbak, dengan harga segitu belum tergolong murah meriah lo kak, malah harganya standar sieh iya,,,,, Mantabe’ dah kak. Nah ada tuh yang bikin saya ngiler, ituloh plecing kangkungnya. Apalagi misal ada ayam taliwangnya, wow josss banget pasti bisa menelan ludah ngeliatnya kak 🙂

    Reply
    • andyhardiyanti January 11, 2016 at 3:04 am

      Iya sih, termasuk mahal 😀 😀
      eh tapi kalau dibandingkan lesehan-lesehan khas sasak atau beberapa restoran khas sasak lainnya ini sudah termasuk murah lho 😉

      Pelecing kangkung? Ayam taliwang? iya, memang enak. Hayukk ke Lombok!

      Reply
  • Nanik January 10, 2016 at 2:04 pm

    Pernah sekali makan disini beberapa tahun lalu. Sempat bingung karena pilihan lauknya banyak dan kelihatannya enak semua. Bingung kedua adalah saya pesan plencing kok dikasih sayur bayam. Ternyata, itu free. Jadi kalau mau hemat makan disini, pesan aja nasi putih ya, udah dapat plus plus

    Reply
    • andyhardiyanti January 11, 2016 at 3:06 am

      Pernah ke sini? Wih kerennn..saya saja baru belakangan ini ke Rumah Makan Bengkel. Padahal menetap di Lombok sudah sejak 2012. Sip, nasi putihnya memang sepertinya free 😉

      Reply
  • Ifex Jacobus January 11, 2016 at 9:43 pm

    patut di coba nih klo pas main ke lombokk…tapi panasnya kyknya ga nahan tuh….ehehehe

    Reply
    • andyhardiyanti January 20, 2016 at 2:07 pm

      Bener mas. Panasnya kebangetan… Kalau mau gak panas ya datangnya jangan pas siang bolong. Hihihihi

      Reply
  • hi hi ha ha January 20, 2016 at 9:47 am

    Ini yg bayarnya langsung ke kasir ujung kanan bukan sih? Kayaknya ane pernah ke situ. Kalo ane bilang ga murah meriah. Standard.

    Rasa makanannya ok. Khas Lombok. Tapi coba ada nasi puyungnya. Makanan Lombok favorit ane. Hehe.

    Reply
    • andyhardiyanti January 20, 2016 at 2:09 pm

      Kasir ujung kanan? Hmm..iya kayaknya #eh
      Nama rumah makannya kan murah meriah. Hihihi. Eh tapi lumayan lo itu apalagi nasi, sayur plus sambalnya gratis. Kalau dibandingkan rumah makan lesehan yang ada di daerah Sayang-Sayang ini jauh lebih murah lho 😉

      Reply
  • Roemah Langko Dan Segala Keunikannya – Blognya Andy Hardiyanti January 31, 2016 at 6:19 am

    […] di kota Mataram,Lombok. Menu yang disajikan kurang lebih sama dengan menu-menu pada umumnya. Ada makanan khas Lombok, aneka menu seafood dan beberapa menu umum lainnya. Lalu apa uniknya? Yang unik adalah interiornya. […]

    Reply

Leave a Comment