Skip to content
Blognya Andy Hardiyanti
Blognya Andy Hardiyanti

mencatat, semoga bermanfaat :)

  • Home
  • About
  • Culinary
  • Review
  • Traveling
  • Disclosure
Blognya Andy Hardiyanti

mencatat, semoga bermanfaat :)

Mengenal Begibung, Tradisi Makan Bersama di Pulau Lombok

Posted on 13 October 20163 December 2016 By andyhardiyanti

begibung-006

Mengenal Begibung, Tradisi Makan Bersama di Pulau Lombok. Ada tradisi menarik yang dilakukan oleh sebagian besar masyarakat suku Sasak di Pulau Lombok, begibung namanya. Begibung merupakan tradisi makan bersama yang kerap kali dilakukan saat dihelatnya sebuah acara di daerah Lombok, misalnya: merariq (pernikahan), sunatan, maupun acara lainnya. Begibung dilakukan dengan menikmati sajian dalam sebuah nampan berisi nasi, lauk pauk dan air mineral secara bersama, baik oleh tiga maupun empat orang. Tidak sekadar makan bersama, dalam tradisi begibung ini pun terkandung banyak sekali makna. Perihal berbagi kebersamaan, susah-senang, manis-pahit, semuanya dirasakan bersama.

Nilai Kebersamaan dalam Satu Nampan

begibung-005

Pada nampan (di Lombok biasa disebut nare) yang disajikan saat tradisi begibung, di dalamnya berisi nasi putih, lauk pauk dan air gelas kemasan. Lauk pauk tersebut isinya tidak selalu sama antara tempat begibung yang satu dengan yang lainnya. Tetapi umumnya lauk pauk yang disajikan yaitu menu-menu seperti urap, ares (sayur khas Lombok yang terbuat dari daging batang pisang yang masih muda), bebalung, telur rebus dan masih banyak lagi. Satu nampan tersebut biasanya untuk dinikmati oleh tiga maupun empat orang. Kalau saya sih patokannya tergantung dari berapa banyak jumlah air gelas kemasan yang disediakan pada nampan. Bisa juga tergantung dari berapa potong bagian ayam ataupun berapa butir jumlah telur rebus yang disajikan. Apabila ada tiga, ya berarti satu nampan tersebut diperuntukkan bagi tiga orang. Sesederhana itu πŸ˜€

Tradisi begibung yang biasanya dilakukan saat ada gawean (acara) memang identik dengan kegiatan masak memasak dalam jumlah besar di belakangnya. Namanya juga masak besar-besaran, biasanya ada saja hasil masakannya yang tidak sesuai dengan lidah. Entah itu kurang garam, kurang matang atau yang lainnya. Walaupun tidak bisa dipungkiri lebih banyak juga yang sesuai dengan lidah alias kurang banyak, sampai rasanya pengen ngambil jatah nampan teman sebelah yang belum habis #eh. Tapi filosofinya sih seperti yang saya sebutkan tadi tentang nilai kebersamaan. Bahwa bagaimanapun rasa menu yang disajikan, ya sudah itulah yang dirasakan bersama.

Beberapa Hal yang Perlu Diketahui Dari Tradisi Begibung

begibung-004

Kalau jalan-jalan ke Lombok, jangan lupa untuk mencoba sensasi makan bersama ala begibung. Walaupun saya juga tidak tahu kalian mesti cobanya di mana. Wkwkwkwk..Nyempil kalau di jalan lagi ada begawean mungkin. Sudah saya sebutkan belum kalau itu makannya senampan bersama? Iya, jadi nasinya yang ditaruh di nampan itu dan disitu pula kita makannya. Makannya bertiga? Ya sudah, berarti tiga tangan kanan bakal bergerumul menyuap nasi dan aneka lauk yang ditempatkan pada nampan tersebut serta kita makannya juga sambil lesehan. Demikian juga kalau berempat πŸ˜€ Bukan nasi putihnya disendok kemudian dipindahkan ke piring masing-masing yaa~ Jadi itu yang belum terbiasa makan sepiring berdua (a.k.a makan bareng) atau masih berasa jijik makan bareng orang lain mungkin bakal kaget sama tradisi begibung gini. Hehehe.. Bukan apa-apa. Pengalaman aja sih, pernah dapat kerabat yang kaget dengan tradisi begibung dan akhirnya satu nampan dia makan sendiri yang mana udah ketebak nasi dan lauk pauk di dalamnya gak habis. Ckckck..

Selain nasi, lauk pauk dan air gelas kemasan tadi, di dalam nampan yang digunakan untuk begibung juga disediakan kertas pembungkus nasi dan plastik kresek yang jumlahnya sama dengan berapa banyak orang yang akan menikmati sajian dalam satu nampan tersebut. Kertas dan plastik kresek yang dimaksud biasanya digunakan untuk membungkus sajian begibung yang tidak habis dimakan dan ingin dibawa pulang. Eh bukan hanya yang tidak habis dimakan sih, namun terkadang ada personil (cieehh personil!) dalam satu kelompok begibung yang tidak sempat makan bersama atau ingin segera pulang sehingga makanan jatahnya tersebut ya perlu dibungkus. Oh iya, hal lain yang perlu teman-teman ketahui juga tentang jumlah potongan lauk dalam satu nampan. Biasanya untuk lauk-lauk besar seperti ayam, daging atau telur rebus, jumlah potongannya akan sama dengan jumlah orang yang akan makan dalam kelompok tersebut. Jadi please, jangan maruk yo! Wkwkwkwkw.

Begibung Versi Modern

begibung-001

Tadi saya bilang kan ke teman-teman, kalau jalan-jalan ke Lombok jangan lupa sempatkan diri merasakan sensasi begibung. Yang mana saya sendiri juga tidak tahu harus menyarankan teman-teman mesti ke mana untuk merasakan sensasi begibung tersebut. Wkwkwkwkw #tidakmemberisolusi. Iya, kalau begibung versi yang sebenarnya ya saya tidak tahu harus mengarahkan teman-teman ke mana. Kecuali kalian pede aja nyempil jadi tamu tak diundang di acara (gawean) orang-orang Lombok demi merasakan sensasi nge-begibung. Hehehehe. Kalaupun gak pede, ya bisalah kalian ke tempat yang saya datangi beberapa hari yang lalu ini. Jadi ada sebuah hotel di Lombok- sebut saja Golden Palace Hotel Lombok, yang kreatif banget membuat sebuah paketan menu bernama begibung. Dimana konsepnya sama dengan tradisi begibung yang saya ceritakan tadi, yaitu ada satu nampan berisi nasi putih dan aneka lauk pauk. Kurang air gelas kemasannya aja yang sudah digantikan dengan air di gelas kaca. Eh gak ding, berhubung ini begibung versi modern jadi ya gak 100% sama. Seperti makannya gak lesehan serta nasi putih dan lauknya gak diubek-ubek di satu nampan tersebut melainkan disendok ke piring masing-masing πŸ™‚ Itu aja sih.

Satu paketan menu seharga 300ribu nett (no pajak pajak tambahan lagi) yang disediakan tersebut, konon bisa dinikmati oleh 3 orang. Walaupun setelah kita merasakan langsung, ternyata disantap berlima juga gak bisa habis. Banyak euy! Isinya ada pindangan iga, pepes ikan, ebatan Lombok, sate buntel, jukut ares, urap, sambal dan tentunya nasi putih. Rasanya? Enak! Cuma ya itu, kurang pedas saja karena menyesuaikan dengan lidah nasional (eaa..nasional) para tamu pada umumnya. Tapi saya pribadi sih paling suka sama urapnya. Karena dibuat berbeda dari urap yang biasanya saya pernah saya rasa, yaitu ada tambahan irisan daging dan wortelnya πŸ™‚ Ya soalnya selama ini urap kan isinya itu itu aja: sayur-sayuran ditambah parutan kelapa.

Jadi gimana, teman-teman sudah pernah merasakan sensasi begibung gak nih? Cerita dong di kolom komentar πŸ™‚

Culinary begibungLomboksasak

Post navigation

Previous post
Next post

Related Posts

Culinary view kedai

Kedai D’View Lombok, Kulineran Sederhana dengan Pemandangan yang Juara

Posted on 6 June 20266 June 2026

Nyaman atau tidaknya suatu tempat tidak melulu diukur dengan mewahnya desain interior maupun mahalnya pilihan menu yang ditawarkan. Kombinasi menu rumahan yang akrab di lidah dengan lanskap alam yang indah dilihat dari ketinggian, justru membuat tempat makan yang sederhana jadi tiada tandingannya. Inilah yang kami rasakan ketika duduk bersama rekan-rekan…

Read More
Culinary

Tom’s Kitchen, Catering Sehat dan Enak di Lombok

Posted on 11 September 2017

Tom’s Kitchen, Catering Sehat dan Enak di Lombok. Don’t focus on how much you eat, focus on what you eat. Beberapa waktu yang lalu saya membaca quote tersebut di halaman internet, quote yang sampai sekarang tidak saya ketahui diucapkan oleh siapa. Unknown kali ya? Baca quote itu bikin jadi ingat…

Read More
Culinary

Makanan Khas Daerah Makassar yang Selalu Dirindukan

Posted on 6 September 20207 September 2020

Makanan Khas Daerah Makassar yang Selalu Dirindukan. Selama 20 tahun tinggal di Kota Anging Mammiri, tentu saja ada banyak hal yang berkesan dan susah untuk dilupakan. Entah itu suasana kota, orang-orangnya, lingkungan tempat tinggal, hingga kulinernya. Apa saja makanan khas daerah Makassar yang selalu dirindukan? Banyak! Mulai dari Coto Makassar,…

Read More

Comments (17)

  1. Ruli retno says:
    14 October 2016 at 5:22 am

    Mba andy jahatttt ga nulis begibung dr dulu.. tau gt kmrn pas ke lombok aku cobain. Hiks…

    Mba… bw balik ya.. hahaha..

    Reply
    1. andyhardiyanti says:
      14 October 2016 at 5:35 am

      Jiahhhh..dibilang jahat kita πŸ™
      Dong ayok ke Lombok lagi..kita begibungan heheheh..

      Reply
  2. Mas irwin says:
    14 October 2016 at 5:53 am

    Kalo di daratan sunda ,, ada acara serupa seperti ini namanya ngaliwet… Hampir mirip cuma beda bahasa saja hihi

    Reply
    1. andyhardiyanti says:
      19 October 2016 at 3:39 am

      Wah iya tuh.. saya juga pernah baca. Kurang lebih tradisinya sama ya. Eh tapi kalau gak salah itu makannya beralaskan daun. Bener gak sih?

      Reply
  3. Mas Azzam says:
    14 October 2016 at 6:57 am

    Whouu, ada toh yang beginian di lombok.
    Namanya begibung yah? oke noted that.

    Reply
    1. andyhardiyanti says:
      19 October 2016 at 3:41 am

      Iya mas, ada πŸ™‚
      Hayuk cobain rasanya begibung-an~

      Reply
  4. Arman says:
    14 October 2016 at 5:34 pm

    Seru banget… Asik ya makan rame rame gitu… Dan makanannya keliatannya enak pula…

    Reply
    1. andyhardiyanti says:
      19 October 2016 at 3:42 am

      Di LA ada juga gak man tradisi kayak gini? Hihihi.. iseng bener pertanyaan saya nih~

      Reply
  5. Solo update says:
    15 October 2016 at 12:29 am

    ternyata ramai dan seru sekali yah makan besar

    Reply
    1. andyhardiyanti says:
      19 October 2016 at 3:45 am

      iya, namanya juga makan besar #eh

      Reply
  6. tempat wisata lombok says:
    15 October 2016 at 12:33 am

    aduh enaknya bisa makan besar rombongan, namnya juga aneh begibung

    Reply
    1. andyhardiyanti says:
      19 October 2016 at 3:46 am

      Masnya juga aneh, itu avatarnya sama dengan punya mas solo update
      #eh
      #dibahas

      Reply
  7. Much much says:
    15 October 2016 at 1:44 am

    Mantap mak nyyyooooosssss

    Reply
    1. andyhardiyanti says:
      19 October 2016 at 3:47 am

      Sipp.
      Ini di atas malas komen atau apa? πŸ˜€

      Reply
  8. evrinasp says:
    17 October 2016 at 1:15 am

    kalau di sunda namanya ngaliwet kali ya, makan bareng, tapi kita di atas daun pisang

    Reply
    1. andyhardiyanti says:
      19 October 2016 at 3:47 am

      Nah, iya mbak. Saya pernah baca tentang tradisi makan bersama di atas daun pisang itu. Kurang lebih sama yaa πŸ™‚

      Reply
  9. Shad says:
    23 July 2019 at 6:55 pm

    Apa bajamba kalo di Sumbar?

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Selamat Datang, Salam Kenal ;)

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan share postingan di blog ini kalau memang bermanfaat ;) Jangan lupa tinggalkan komentar dan tunggu kunjungan saya di blog teman-teman. Ada yang ingin ditanyakan? Atau ingin bekerja sama dengan saya? Kontak saya di: andyhardiyanti@gmail.com

Komentar Terbaru

  • Aktivitas Seru yang Bisa Dilakukan di Sembalun Lombok on Serunya Bersepeda dan Naik Scooter di Sembalun
  • Aktivitas Seru yang Bisa Dilakukan di Sembalun Lombok on 5 Rekomendasi Tempat Ngadem di Lombok Saat Cuaca Panas
  • 5 Rekomendasi Tempat Ngadem di Lombok Saat Cuaca Panas on Ada Apa di sepanjang Jalan Udayana Mataram?
  • 5 Rekomendasi Tempat Ngadem di Lombok Saat Cuaca Panas on Rekreasi dan Relaksasi di Soera Eco-Retreat Suranadi
  • Heni Hikmayani Fauzia on Say Healthy Lombok: Nongkrong Sehat dengan Jus dan Salad

Bagian Dari

Intellifluence Trusted Blogger

Seedbacklink
Warung Blogger

Blogger Perempuan


 

Indonesian Food Blogger
Blogger Plus
©2026 Blognya Andy Hardiyanti | WordPress Theme by SuperbThemes