Sanggar Seni Mas Permas dan Semangat Berkesenian Generasi Muda di Lombok

sanggar seni mas permas

Sanggar Mas Permas dan Semangat Berkesenian Generasi Muda di Lombok. Bagi teman-teman yang pernah ke Lombok melalui pintu masuk Bandara Internasional Lombok pasti sudah tidak asing dengan penampilan para seniman cilik ini. Ya, di sejumlah kesempatan secara bergiliran mereka sering tampil menyambut kehadiran tamu di pintu kedatangan dengan memainkan gamelan Sasak. Mereka berasal dari sejumlah sanggar yang berbeda yang ada di Lombok. Beruntung sekali, beberapa waktu yang lalu saya bisa mengunjungi dan melihat langsung suasana latihan di salah satu sanggar yang turut tampil di bandara tersebut. Sanggar Mas Permas namanya.

Berkenalan dengan Sanggar Seni Mas Permas

sanggar seni mas permas

Awal Perkenalan dengan Sanggar Seni Mas Permas

Setelah beberapa kali melihat pertunjukan seniman cilik yang memainkan Gamelan Sasak di Bandara Internasional Lombok saya pun dipertemukan pada sebuah postingan facebook yang diunggah oleh Nanang, teman saya semasa kuliah dulu. Pada postingan tersebut, dia sedang bersama sejumlah anak yang tampak sedang berlatih Gamelan Sasak. Saya kemudian menerka bahwa kelompok ini merupakan satu dari sekian banyak kelompok yang sering saya lihat di bandara. Tanpa pikir panjang, saya pun bertanya pada Nanang, dan rupanya benar. Bahkan dia adalah ketua dari sanggar seni yang kemudian saya ketahui bernama Sanggar Seni Mas Permas itu.

Gayung pun bersambut, siapa sangka saya dan seorang teman blogger lainnya diajak oleh Nanang untuk melihat langsung kegiatan adik-adik di Sanggar Seni Mas Permas. Kami memang benar-benar harus mengatur waktu agar bisa datang sesuai jadwal latihan mereka. Apalagi jarak tempat tinggal kami dengan sanggar tersebut adalah sejauh 29km. Butuh waktu kurang lebih 30 menit jika menggunakan kendaraan bermotor dari kota Mataram.

sanggar seni mas permas

Perjalanan Menuju Sanggar Seni Mas Permas

Akhirnya berangkatlah kami pada suatu hari yang telah ditentukan. Sanggar Seni Mas Permas terletak di Kabupaten Lombok Tengah. Tepatnya di Dusun Permas, Desa Darek, Kecamatan Praya Barat Daya, Lombok Tengah. Kami janjian dengan Nanang di sebuah pintu masuk menuju Desa Darek di Jalan Bypass BIL. Untung saja kami janjian bertemu di sini, jalan masuk ke lokasi Sanggar Seni Mas Permas masih cukup jauh rupanya. Tapi suasana khas desa yang ramah dan sejuk seolah membuat kami lupa kalau sejak tadi kok rasanya tidak sampai juga di tempat yang dituju 😀 Saya sampai nyeletuk pada suami, ini kalau disuruh keluar ke jalan besar, saya angkat tangan loh ya. Beneran gak tahu! Hihihi.

Setibanya di sana, Nanang (Ketua Sanggar Mas Permas) langsung memperkenalkan kami dengan Bapak Lalu Kusuma Bangsa yang merupakan penggagas Sangar Seni Mas Permas ini. Usai berbincang sebentar, kami langsung menuju lokasi latihan, yang hanya berselang satu atau dua rumah dari tempat ngobrol-ngobrol tadi.

Sanggar Seni Mas Permas dan Kegiatan Positif Generasi Muda di Darek

sanggar seni mas permas

Penampilan Gamelan Sasak yang Ditunggu-tunggu

Tidak hanya kami yang jauh-jauh datang dari Mataram yang semangat menyaksikan sesi latihan adik-adik Sanggar Seni Mas Permas ini, antusiasme para warga sekitar pun demikian. Saya sampai berkali-kali bertanya pada Nanang, apakah sekarang sedang berlangsung acara atau perayaan. Rupanya tidak, mereka memang sedang jadwalnya latihan dan setiap kali latihan akan selalu ramai ditonton. Para penonton itu terdiri dari orangtua dan warga sekitar yang memang senang melihat generasi muda berkesenian.

Sanggar Mas Permas sebenarnya berdiri sejak Juni 2014, namun saat itu hanya mengajari Bahasa Krama Sasak, belum masuk pada kesenian tradisional Lombok. Kemudian tercetuslah ide mengajarkan gamelan Sasak pada anak-anak muda di Desa Darek. Gayung pun bersambut, oleh seorang kolektor benda kesenian tradisonal Lombok yaitu Bapak H.Lalu Gita Aryadi, Sanggar Mas Permas kemudian mendapatkan dipinjamkan peralatan kesenian gamelan Sasak ini. Yang hampir setahun telah mereka gunakan baik untuk berlatih maupun pentas.

Bapak Lalu Budi Kurniawan, selaku Sekretaris Sanggar Mas Permas menyebutkan pada kami nama-nama alat yang dimainkan oleh para pemain gamelan Sasak tersebut. Peralatannya yaitu bernama Sharon, Terompong, Calung, Cigokan, Kantil, Gendang, Pemugah, Petuk/ Kepud, Rincik, Gong, dan Seruling.

sanggar seni mas permas

Anggota Sanggar Seni Mas Permas, Dari Usia Anak-Anak Hingga Remaja

Anggota Sanggar Seni Mas Permas memang merupakan para generasi muda, hal ini dimaksudkan agar kesenian Lombok tidak punah begitu saja. Meskipun pada beberapa bagian alat, mereka masih dibantu oleh yang lebih senior. Anggotanya tersebut dibagi berdasarkan kelompok usia, yaitu anak-anak dan remaja. Waktu berlatih mereka pun berbeda. Kelompok anak-anak dijadwalkan berlatih setiap sore di hari selasa, kamis dan sabtu. Sedangkan kelompok remaja, masih di hari yang sama yaitu selasa, kamis dan sabtu, namun pada malam harinya.

Nanang, sebagai Ketua Sanggar Mas Permas menegaskan, bahwa dirinya sangat senang bisa memberikan kegiatan bermanfaat bagi generasi muda di Desa Darek tersebut. Sehingga setidaknya ada kegiatan positif yang dilakukan oleh anak-anak di sana. Karena selain latihan gamelan Sasak, di hari yang berbeda mereka pun memiliki jadwal malam renungan (kegiatan rohani) dan kegiatan pembelajaran bahasa krama Sasak. Hal ini menjadikan berkurangnya berbagai kenakalan remaja di daerahnya. Ya, dari yang biasanya nongkrong-nongkrong tidak jelas, balapan liar yang kemudian mengarah ke berbagai kegiatan negatif lainnya, kini diisi dengan beragam kegiatan bermanfaat. Itu pula yang menjadikan para orangtua sangat mendukung kegiatan di Sanggar Seni Mas Permas tersebut.

Sukses terus deh buat Sanggar Seni Mas Permas dan semoga kedepannya bisa punya set peralatan gamelan Sasak sendiri ya 🙂

Biasa dipanggil Andy. Pernah tinggal lama di Makassar dan sekarang di Mataram, Lombok. Ngeblog sejak 2007. Senang kulineran, staycation, kopdaran di cafe, browsing produk di toko online tapi gak beli, dan tentu saja...senang menulis :) Bisa dikontak di andyhardiyanti@gmail.com

9 Comments

  • ulu September 3, 2017 at 3:15 am

    Wah baru tau di Lombok ada gamelan. Bentuknya pun mirip yg di Jawa ya. Suara musiknya kayak gimana ya, jadi penasaran. Di Youtube ada kali ya

    Reply
  • Ayu Oktariani September 3, 2017 at 5:00 am

    wahhh langsung browsing lho aku, penasaran musiknya sama dengan gending jawa atau gak. TFS ya mbak

    Reply
  • Putu Ayu September 3, 2017 at 7:44 am

    Aduh, suka deh liat ada sanggar seni. ini salah satu cara efektif utk melestarikan budaya. semoga makin sukses^^

    Reply
  • uwan urwan September 4, 2017 at 6:19 am

    hih keren ish. masih anak2 yang belajar…. terharu

    Reply
  • Mugniar September 4, 2017 at 7:21 am

    Selalu kagum sama orang yang mau membaktikan dirinya untuk melestarikan kebudayaan daerah. Semoga sukses sanggar Mas Permas dan Bang Nanang.

    Reply
  • Ivonie September 4, 2017 at 3:11 pm

    Gamelannya mirip gamelan Jawa ya mbak. Kira2 apa yg membedakan dgn gamelan Jawa mbak ?
    Keren lho, masih ada anak muda yang mau belajar kebudayaan daerahnya

    Reply
  • Ria September 5, 2017 at 8:38 am

    Syukurlah anggotanya juga termasuk anak2… agar regenerasi dan kebudayaan tetap terjaga

    Reply
  • Matius Teguh Nugroho September 8, 2017 at 10:38 am

    Wah, baru tau di Bandara Lombok ada pertunjukkan menarik kayak gini. Suatu program yang bagus karena Lombok adalah salah satu pintu gerbang turis mancanegara ke Indonesia! Dan senang mengetahui remaja di situ mendapat pendidikan kesenian tradisional, biar budayanya nggak ilang 🙂

    Reply
  • Riyardiarisman September 10, 2017 at 6:22 pm

    Dulu pernah main salah satu alat kesenian seperti di gambar, kalo di Jawa saron namanya, seru, nyaman banget hati main gituan. Kalo ke.Lombok mau coba akh, hehehe…

    Reply

Leave a Comment