Sahabat Sajang Beraksi: Berbagi Keceriaan di SDN 1 Sajang

sahabat sajang beraksi

Sahabat Sajang Beraksi: Berbagi Keceriaan di SDN 1 Sajang. Adalah kami, sebuah kelompok yang pada 21 Januari 2017 lalu ditempatkan untuk berbagi inspirasi di SDN 1 Sajang. Sejumlah orang yang datang dari berbagai daerah dengan profesi, usia, dan sifat yang tentu saja berbeda. Kelas Inspirasi Lombok 4 mempertemukan kami, dengan sesama relawan pun dengan mereka keluarga besar SDN 1 Sajang itu sendiri. Jauh sebelum hari inspirasi, tidak pernah ada sedikit pun rencana untuk kembali. Sampai akhirnya kami melihat sendiri bagaimana kondisi pendidikan adik-adik di sana. Bahwa mereka masih saja menggunakan sepatu yang benar-benar usang itu nyata adanya, bahwa sejumlah murid butuh berjalan kaki sejauh 7 km untuk bisa sampai ke sekolah itu fakta, dan hal-hal lain yang mungkin selama ini hanya kita saksikan di layar kaca. Ya, kami menyaksikan itu semua dan kemudian merencanakan untuk kembali secepatnya ke tempat ini.

Berkenalan dengan Sahabat Sajang Beraksi

sahabat sajang beraksi

Cikal bakal Sahabat Sajang Beraksi

Seperti yang sudah saya jelaskan di awal, kami pertama kali bertemu pada kegiatan Kelas Inspirasi Lombok 4. Kami berasal dari berbagai daerah, yaitu: Lampung, Belitung, Jakarta, Cirebon, Solo, Bali, Lombok dan Sumbawa. Profesi kami pun beragam, mulai dari Pengaman Pemasyarakatan, Guru, Konselor Anak, Accounting, Peneliti Budaya, HSE, Staf Pemeliharaan Pipa, MarCom, Blogger hingga CEO (wuihh..). Usai kegiatan Kelas Inspirasi Lombok 4, perbincangan kami di grup WhatsApp tidak begitu saja berakhir. Ya, kami berencana untuk kembali ke SDN 1 Sajang dengan payung nama yang berbeda (eaa istilahnya..) yaitu Sahabat Sajang Beraksi. Nama tersebut terlintas begitu saja, entah siapa yang mengusulkannya diantara kami.

Meski segala sesuatunya belum siap, kami nekat saja menentukan hari pelaksanaan kegiatan kembali ke sekolah tersebut. Setelah berdiskusi singkat, ditetapkanlah tanggal 25 Februari 2017 sebagai hari pelaksanaan kegiatan perdana Sahabat Sajang Beraksi yaitu di SDN 1 Sajang. Sebab menurut salah seorang dari kami, kegiataan ini harus segera diadakaan, kalau tidak ya jadinya hanya rencana-rencana saja.

sahabat sajang beraksi

Sahabat Sajang Beraksi bersama para guru dan kepala sekolah SDN 1 Sajang

Menjelang tanggal 25 Februari 2017, kami tidak lupa mengajak rekan-rekan Kelas Inspirasi Lombok 4 lainnya untuk ikut berpartisipasi. Senang sekali, ajakan kami berbuah manis. Sejumlah nama memastikan diri untuk turut serta dengan kami. Adalah Kak Surya, Kak Fira, Kak Aisyah, Kak Iqbal, Kak Subhan serta Kak Agus. Ya, kehadiran mereka menjadikan tim kami tetap ramai. Mengingat beberapa teman sesama relawan di SDN 1 Sajang kemarin tidak semuanya bisa hadir. Ketidakhadiran mereka seolah sudah terwakilkan oleh kakak-kakak baru ini 🙂

Sambutan Hangat dari SDN 1 Sajang

sahabat sajang beraksi

Sabtu 25 Februari 2017, kami tiba kembali di sekolah ini, di SDN 1 Sajang. Sekolah yang mungkin tidak sempat kalian lihat saat melakukan perjalanan wisata ke Lembah Sembalun, sebab daerah ini bukan daerah wisata, bahkan berjarak cukup jauh dari Sembalun yaitu sekitar 9 km. Tapi bagi kami, sekolah ini seolah punya magnet tersendiri.

Kami datang tepat pada pukul 7 pagi, setelah sebelumnya beristirahat dan menyiapkan segala sesuatunya di sebuah penginapan di daerah Sembalun. Sejak memasuki pintu gerbang, kami sudah disambut ramah oleh para guru dan Kepala Sekolah SDN 1 Sajang, juga adik-adik yang dari kejauhan sudah memperhatikan kedatangan kami.

Berbagi Keceriaan di SDN 1 Sajang

sahabat sajang beraksi

Sahabat Sajang Beraksi. Awalnya hanya sekadar niatan untuk memberikan bantuan sepatu bagi sejumlah anak di sana. Sampai akhirnya segala sesuatunya berjalan dengan sangat baik, Alhamdulillah..donasi datang dari berbagai arah. Siapa sangka, kami bahkan diberi jalan untuk bisa memberikan bantuan sepatu untuk semua anak di sana, di SDN 1 Sajang. Dimana sepatu mereka memang tidak sebaik apa yang kita gunakan selama ini, sebagian besar malah tergolong sudah tidak layak pakai. Selain sepatu, kami pun memberikan donasi peralatan sekolah untuk mereka. Berikut ini rangkaian kegiatan yang kami lakukan selama berada di SDN 1 Sajang, disimak yuk!

Pembukaan

sahabat sajang beraksi

Kegiatan pertama yaitu pembukaan. Acara dibuka oleh Kak Subhan a.k.a Kak Lhohans dan disambut antusias oleh adik-adik. Kak Lhohans ini sebelumnya adalah relawan pengajar di sekolah sebelah (sebut saja SDN 2 Sajang #eh) dan dia siap bergabung pada kegiatan kami kemarin, di tengah kesibukannya yang juga sangat padat sebagai seorang guru di sebuah sekolah Lombok Timur #eaaa. Acara pembukaan juga diisi dengan sedikit kata sambutan dari Kepala Sekolah SDN 1 Sajang, yang menjelaskan maksud kedatangan kami.

Tahukah kalian teman-teman, mereka semua sangat antusias dengan kedatangan kami. Kami bahkan tidak perlu lagi memperkenalkan diri, mereka dengan kompaknya menyebutkan satu per satu nama kami. Bahkan saat kami bertanya, siapa saja kakak yang tidak hadir kali ini, dengan lancarnya mereka menyebutkan sejumlah nama. Dan tentu saja benar. Oh ya, lebih takjub lagi ketika mereka menampilkan yel-yel “Anak Sajang Beraksi” yang pernah diajarkan Yovie (salah seorang relawan Kelas Inspirasi Lombok 4). Saya sampai dibuat heran karena mereka semua hafal baik lirik maupun gerakannya, padahal saya yang memang sekelas dengan Yovie ingat sekali bahwa kami hanya mengajarkan yel-yel tersebut ke tiga kelas saja, yaitu kelas 3, 4 dan 5. Ah, adik-adik ini.. keren sekali!

Sosialisasi Kesehatan

sahabat sajang beraksi

Acara selanjutnya yaitu sosialisasi kesehatan. Kegiatan pertama yaitu sosialisasi cuci tangan oleh kak Tia Pramesti. Kak Tia mengajarkan kepada adik-adik cara cuci tangan yang baik dengan sangat fun, yaitu menggunakan lagu 5 langkah cuci tangan yang serupa dengan lagu balonku. Kegiatan sosialisasi kesehatan selanjutnya disampaikan oleh Ibu Milyani, seorang Bidan di Desa Sajang, yang menyampaikan pentingnya kebersihan dan kesehatan diri.

Lomba Mewarnai

sahabat sajang beraksi

Usai menyimak sosialisi kesehatan, adik-adik pun mengikuti kegiatan selanjutnya, yaitu lomba mewarnai. Lomba mewarnai ini diikuti oleh seluruh murid SDN 1 Sajang. Mereka berjumlah 77 orang. Sedikit ya? Iya, mereka sekelas rata-rata hanya berisi 9 orang. Serta ada beberapa yang diisi oleh belasan murid. Kegiatan lomba mewarnai ini di-handle oleh dua kakak panitia, yaitu Kak Risa dan Kak Aik. Oh iya, tidak lupa kami ucapkan terima kasih kepada kak Adham Pratomo (@adhamprtm) yang sudah membuatkan gambar untuk diwarnai oleh adik-adik di SDN 1 Sajang.

Sosialisasi Pentingnya Pendidikan

sahabat sajang beraksi

Sambil adik-adik mengikuti lomba mewarnai, di ruangan terpisah diadakan kegiatan Sosialisasi Pentingnya Pendidikan yang disampaikan oleh Ari Nurdiansyah dari LPDP (yang juga adalah tim Sahabat Sajang Beraksi). Selain dihadiri oleh para orang tua murid, hadir pula bapak pengawas dan Ketua Komite, serta tentu saja Kepala Sekolah SDN 1 Sajang yang senantiasa stand by sejak awal. Sebelum hari H, kami memang sudah menyampaikan ke pihak sekolah agar mengundang para wali murid kelas 5 dan 6 ke sekolah untuk mengikuti Sosialisasi Pentingnya Pendidikan.

Pendidikan merupakan salah satu isu besar di daerah Sajang. Ya, kebanyakan anak-anak di sini hanya bersekolah sampai tamat SD saja. Sedikit sekali yang melanjutkan hingga tingkat SMP, SMA maupun Perguruan Tinggi. Sebab mereka lebih memilih untuk bekerja membantu orang tua di ladang, ketimbang sekolah ke tingkat yang lebih tinggi. Padahal semangat belajar mereka saat di kelas tidak kalah loh dibanding kita yang berada di kota. Sayang sekali kan jika tidak diteruskan 🙁

Pembagian Tas, Sepatu dan Peralatan Sekolah Lainnya

sahabat sajang beraksi

Setelah adik-adik selesai lomba mewarnai dan para orang tua selesai menyimak sosialisasi pentingnya pendidikan, maka kita beralih ke kegiatan selanjutnya yaitu pembagian tas dan peralatan sekolah. Mereka akan maju satu per satu saatnya namanya dipanggil. Istimewanya, kami menyematkan nama dan cita-cita mereka masing-masing pada tas yang akan dibagikan. Ya, pada kegiatan sebelumnya kami menyediakan Gunung Cita-Cita yang menjadi tempat bagi mereka untuk menulis nama dan cita-citanya. Dengan harapan, adik-adik ini semakin semangat belajar dan berusaha untuk menggapai apa yang mereka cita-citakan itu.

sahabat sajang beraksi

Selain tas sekolah, kami juga membagikan sepatu, buku tulis dan peralatan sekolah lainnya. Saya kebagian tugas stand by di ruangan sepatu alias ruang kepala sekolah yang jadi tempat berdus-dus sepatu. Di pintu masuk ruangan ada Kak Adi dan Kak Risa yang mencoba sepatu pada satu per satu murid, juga ada Kak Fira yang akan menandai nama mereka di absen. Kalau sudah merasa pas dan nyaman dengan sepatu yang dicoba, maka mereka akan langsung diberikan satu kotak sepatu beserta kaos kakinya. Begitu seterusnya hingga total 77 murid kebagian sepatu. Makanya foto saya gak ada kakak, hectic sama ukuran sepatu :'( Hiks.

Acara Hiburan dan Penutup

sahabat sajang beraksi

Beres bagi-bagi tas, sepatu dan peralatan sekolah lainnya, kami semua berkumpul di salah satu ruang kelas. Baik itu para murid, kakak-kakak dari Sahabat Sajang Beraksi, para guru, kepala sekolah, plus orang tua murid yang masih di sekolah (yang lain udah pada pulang soalnya). Acara dimulai dengan nonton bareng video kegiatan Kelas Inspirasi 4 di SDN 1 Sajang pada Januari lalu yang dibuat oleh salah satu relawan kami, yaitu Kak Awad Rifky.

Setelah itu kami mengadakan beragam games untuk menambahkan keseruan. Tidak lama kemudian, seorang guru memberitahukan bahwa anak-anak juga mau menampilkan sesuatu kepada kakak-kakak Sahabat Sajang Beraksi. Wow, tentu kami semua takjub karena ini tidak ada di susunan acara. Mereka menampilkan tarian bali dan kesenian islami yang indah sekali. Ah, mereka benar-benar percaya diri!

Di tempat yang sama pula, kami mengumumkan pemenang lomba mewarnai. Selain memberikan hadiah untuk para pemenang lomba, kami juga memberikan hadiah untuk murid-murid berprestasi di setiap kelasnya.

Acara terakhir yaitu acara penutup. Kami semua bersalaman di lapangan dan tentu saja, foto bareng! Seperti yang tampak pada foto pembuka postingan ini. Foto-foto seru lainnya bisa dilihat di instagram @sahabatsajang.

Sekali lagi, terima kasih kepada segala pihak yang sudah membantu lancarnya kegiatan Sahabat Sajang Beraksi. Kepada para donatur, Alhamdulillah donasinya sudah kami salurkan semua ke adik-adik di SDN 1 Sajang. Semoga semakin dimudahkan rezekinya yaa 🙂

Lalu, apakah cerita kami para Sahabat Sajang Beraksi hanya sampai di sini? Tentu saja tidak. Karena beberapa jam setelahnya, kami melakukan perjalanan ke Air Terjun Mangku Sakti, selanjutnya kami menumpang bermalam di perpustakaan sekolah, serta keesokan harinya kami menuju Selagolong. Ya, Selagolong. Sebuah dusun tempat 8 orang murid SDN 1 Sajang tinggal, dusun yang jaraknya 7 km dari sekolah dan dilalui setiap harinya oleh mereka dengan berjalan kaki total sejauh 14 km pergi pulang! Penasaran? Tunggu postingan selanjutnya yaa 🙂

Biasa dipanggil Andy. Pernah tinggal lama di Makassar dan sekarang di Mataram, Lombok. Ngeblog sejak 2007. Senang kulineran, staycation, kopdaran di cafe, browsing produk di toko online tapi gak beli, dan tentu saja...senang menulis :) Bisa dikontak di andyhardiyanti@gmail.com

8 Comments

  • Dhanang Sukmana Adi March 7, 2017 at 2:59 pm

    asiknya bisa berbagi dengan adk adk SD ya mbak andy, klo kayak gini jadi inget waktu jaman kuliah di jogja dulu trs kkn di banjarnegara, berbagi sama adk adk pelosok ..

    Reply
  • iqbal March 7, 2017 at 10:03 pm

    Mantab

    Reply
  • Mugniar March 10, 2017 at 6:37 am

    Masya Allah, kerennya ini kegiatannya.

    Sampai merinding saya membacanya. Semoga berbuah amal jariyah untuk para relawannya.

    Oya profesi … HSE itu apa dih? Kudet ka’

    Reply
  • Anggarani Ahliah Citra March 10, 2017 at 4:19 pm

    seruu…
    Kegiatannya bermanfaat banget. Anak-anak seneng yah, dapet hiburan juga. Mudah2 berkah ya, Mba saling berbagi dan bisa terus lanjut acara seperti ini ke sekolah2 lainnya

    Reply
  • Hastira March 10, 2017 at 7:55 pm

    pasti asyik dan gembiar ya, bermain sama anak2 itu memang menyenangkan

    Reply
  • Irwin Andriyanto March 12, 2017 at 7:05 am

    lucu melihat anak-anak tersenyum gembira,, jadi igat masa-masa KKM dulu

    Reply
  • Rifqy Faiza Rahman March 14, 2017 at 5:06 pm

    Saya kemarin nyaris daftar KI Lombok, tapi begitu tahu tanggalnya gak pas, gak jadi deh hahaha. Tapi seru dan terharu kalau ikut KI, seperti yang saya alami waktu dikasih amanah sebagai dokumentator di Blitar tahun lalu 🙂

    Reply
  • yusep April 4, 2017 at 4:54 am

    Terus menulis mba dan memberi inspirasi:)

    Reply

Leave a Comment