Sotoji, Soto Jamur Instan dan Beberapa Kritikan

Paket Sudah Diterima, ada 3 bungkus Sotoji di dalamnya

Pada tanggal 13 Februari 2012, paket yang saya nantikan itu akhirnya tiba juga. Tiga bungkus Sotoji yang saya pesan via internet lima hari sebelumnya. Sungguh beruntung bisa menjadi satu dari sejumlah orang yang bisa mencoba gratis sajian sotoji sebelum produk ini masuk pasaran offline.Sudah gratis, dipersilahkan membuat review Sotoji termasuk menyumbangkan kritik, dan berkesempatan dapat hadiah dari Sotoji! Kurang apa lagi coba?! :lol:

Perlu waktu yang panjang untuk mereview produk Sotoji ini, jadi jangan salahkan saya kalau tulisan berikut terbit sehari sebelum deadline yang ditetapkan #halah!alasan. Dan karena blogger yang lain sudah mereview habis produk Sotoji, saya bagian kritiknya saja ya ;)

Sotoji dan Informasi Harga yang Terlupa

Sotoji adalah produk soto jamur instan yang diproduksi oleh PT. Tri Rastra Sukses Sejahtera. Tidak seperti makanan instan lainnya yang berupa mie, bubur, ataupun bihun. Sotoji hadir menawarkan yang baru, yaitu soto jamur yang dibuat menggunakan campuran bihun, jamur tiram goreng, dan bumbu soto.

Sotoji: terdiri dari Bihun, Jamur Tiram Goreng, dan Bumbu Soto

Sampai saat ini, produk sotoji baru dipasarkan secara online melalui website resmi Sotoji. Sayangnya, saya tidak menemukan informasi harga Sotoji disana. Padahal menurut saya, harga adalah hal yang penting untuk diketahui calon pembeli sebelum mereka membeli suatu produk. Setelah melihat menu ‘order’, saya berpikir mungkin total harganya akan diberitahukan kemudian oleh pihak Sotoji kepada si calon pembeli via email. Mengingat pemasarannya online, berarti ada biaya tambahan yaitu ongkos kirim.

Tapi tidak ada salahnya jika info harga Sotoji juga ditampilkan pada website. Misalnya harga perbungkus atau per kardusnya. Karena tidak menemukan informasi harga, akhirnya saya googling dan menemukan info dari twitter @rsugito (yang rupanya adalah pemilik usaha Sotoji) bahwa harga produk ini adalah Rp 3.500 per bungkus dan Rp 60.000 per kardus dengan isi 20 bungkus.

Sotoji dan Promosi Social Media

Hampir semua produk yang dipasarkan di zaman sekarang melakukan promosi dengan bantuan sosial media. Bahkan belakangan ini saya perhatikan kemasan produk makanan maupun minuman pun mencantumkan info halaman twitter dan facebook mereka. Iseng-iseng saya mencari akun twitter dan fanpage facebook milik sotoji.

Yap! Akun twitter sotoji bisa difollow di @sotoji_, sudah ada 242 followers saya lihat disana. Semoga semakin bertambah ya ;) Dan bagaimana dengan promosi di halaman facebook? Entah saya yang tidak berhasil menemukan atau memang belum dibuat. Yang jelas, saya tidak menemukan apa-apa baik saat saya mengetikkan kata kunci ‘sotoji’ maupun ‘soto jamur instan’ di kolom pencari facebook. Jika memang belum ada, sepertinya Sotoji harus segera membuat fanpage Facebook ;) Karena tidak semua orang menggunakan twitter. Mungkin saja, calon pembeli Sotoji adalah seorang pengguna setia Facebook. Hihihihihi…

Sotoji dan Keborosan Kalimat dalam Kemasan

Saat menerima paket Sotoji, saya perhatikan baik-baik kemasannya. Saya baca setiap tulisan yang tertera disana. Dan ada beberapa yang cukup mencolok menurut saya. Kurang lebih tergolong boros kata (atau boros kalimat?).

Tampilan depan kemasan Sotoji

Pertama, yaitu pada bagian depan kemasan Sotoji. Tepatnya di samping tulisan Sotoji, tertulis ‘Soto Jamur Lezat, Tinggi Kandungan Serat dan Protein Nabati’. Mungkin cukup ditulis ‘Soto Jamur Lezat, Kaya Manfaat’. Kalau pada penasaran, mereka yang pada nyobain sotoji ini pasti bakalan cari manfaat dari Jamur Tiram itu sendiri. Lagian di bagian belakang juga sudah ada informasi nilai gizinya. Jadi menurut saya, kalimat di atas tadi kepanjangan untuk dipajang pada kemasan. Persingkat saja kalimatnya, buat lebih jelas hurufnya, dan tentunya gunakan warna yang mudah dibaca ;)

Perhatikan bagian yang diberi lingkaran merah

Kedua, pada bagian belakang kemasan Sotoji. Tepatnya poin terakhir di kotak penjelasan cara memasak, tertulis “Soto jamur tiram lezat siap dihidangkan dan dinikmati bersama keluarga Anda sebagai lauk pelengkap nasi”. Apa gak kepanjangan? Memang sih, orang yang makan mungkin gak bakalan memperhatikan tulisan ini. Tapi ya lucu aja kalau pas mereka iseng-iseng baca dan menemukan tulisan seperti di atas. Nanti malah ada yang nambahin “..dan dinikmati bersama keluarga Anda sebagai lauk pelengkap nasi saat sarapan, makan siang, ataupun makan malam, mengatasi rasa lapar anda..memanjakan lidah anda..dan tentunya menjadikan anda kenyang” —> nah lho, yang ini versi siapa?”Soto jamur tiram lezat siap dihidangkan” kalimat ini saja rasanya sudah cukup pas menurut saya. Menurut saya lho yaaa…

Sotoji dan Soal Rasa

Bagaimana dengan rasa Sotoji? Kalau menurut saya, tidak ada masalah soal rasa. Paling tidak, sudah pas lah dengan lidah saya :D Dari 3 bungkus Sotoji yang saya terima tempo hari, dua bungkusnya saya nikmati bersama Papa Sedja di rumah, dan satu bungkus sisanya saya bawa ke rumah saudara.

Karena rasanya yang lezat, tanpa lauk pelengkap pun, rasanya sudah mantap ^_~

Saat menerima sebungkus Sotoji yang saya berikan itu, si kakak bertanya ‘ini apa? beli di mana?’. Sambil mendengarkan cerita saya tentang sotoji, dia langsung menuju dapur. Bersiap memasak sotoji. Komentarnya tentang rasa sotoji? Lezat! Dan yang paling kakak saya suka adalah rasa bubuk cabainya yang khas. Berbeda dengan rasa cabai yang ada di produk makanan instan lainnya.

Saya sendiri sih berharap kedepannya, sotoji menyediakan varian rasa. Mungkin sotoji super pedas (yang ini requestnya si kakak pecinta cabai tadi..hehehe), soto lamongan, soto banjar, atau jenis soto lainnya. Jadi rasanya dibuat seperti rasa soto lamongan atau soto banjar, dengan perbedaan yang terletak pada jamurnya. Jadi soto ini tidak dilengkapi ayam, tetapi jamur tiram :D

mungkin beberapa poin itu saja yang bisa saya jelaskan mengenai produk sotoji ini. SEmoga bisa menjadi masukan yang baik untuk pihak sotoji sendiri. Mohon maaf sekirAnya adA SALAH KATA ;”)

Bagaimana dengan teman-teman, apa punya usulan tersendiri buat Sotoji?

25 thoughts on “Sotoji, Soto Jamur Instan dan Beberapa Kritikan

  1. “Soto jamur tiram lezat siap dihidangkan dan dinikmati bersama keluarga Anda sebagai lauk pelengkap nasi”

    hahaha setuju! itu kalimat kepanjangan dan gak penting banget ya… :P
    emangnya trus gak boleh kalo mau dinikmati sendirian atau tanpa nasi? :D

  2. Wah kripik eh, kritik yang gurih dan renyah Mama Sedja :) Saya setuju dengan kritikan itu. Satu yang saya belum setuju, rasanya. Karena saya belum pernah merasakannya he he he… Pesan ah…. Tapi masih ada yang gratisan nggak?

  3. Hi, salam kenal..

    Kayaknya sotoji ini lagi “happening” ya? soalnya di timeline twitter beberapa kali kesebut.. hihihi..

    Btw, setuju sama kritiknya soal tulisan di cara masak.. Kepanjangan dan ga penting banget.. ckckckck..

  4. iya kalimat “Soto jamur tiram lezat siap dihidangkan dan dinikmati bersama keluarga Anda sebagai lauk pelengkap nasi” kepanjangan tuh. konsumen mah gak baca2 gituan kayaknya. lagi lapar mah sikat aj langsung dimasak ya, :D

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>