Saya, Kak Diyah, dan Mainan Ciptaannya

SAYA, seorang perempuan kelahiran 1991. Anak bungsu yang punya tiga orang kakak perempuan. Masing-masing kelahiran tahun 1979, 1982, dan 1987. Perbedaan usia yang cukup jauh (4 tahun itu jauh gak ya?) di antara kami membuat saya menjadi anak paling keren (baca: paling dimanja) dibandingkan mereka. Kalau mendengar cerita teman-teman yang sering kesal, jengkel, berselisih, merasa tidak nyaman atau apapun namanya dengan kakak mereka, saya langsung segera bersyukur: Alhamdulillah, saya tidak pernah mengalaminya. Ketiga kakak saya semuanya menyenangkan! Masing-masing punya kelebihan. Lagi tidak punya uang? Gampang! Kakak saya yang pertama itu sering kelebihan uang (baca: rajin nabung). Pengen makan sesuatu tapi gak tahu masaknya? Ah, tenang saja! Kakak saya yang kedua itu jago masak. Mau main tapi bingung main apa dan kalau di rumah kan gak seru kalau mainnya sendirian. Santai… kakak yang berbeda usia 4 tahun dengan saya ini bisa menciptakan mainan aneh apa saja. Mainan yang sampai sekarang masih bikin saya heran: kok dulu saya ikut-ikutan dia main yang aneh-aneh gini ya??

Saya dan Kak Diyah..

KAK DIYAH, kakak yang dalam kartu keluarga posisinya berada tepat di atas nama saya. Perempuan kelahiran tahun 1987 yang masih ‘single’ ini (eheum–ada yang berminat jadi kakak ipar saya? ;)) bisa dibilang cerdas setelah tidak diizinkan ikut kelas 5 SD karena dianya yang kelewat rajin atau apa..masih kelas 4 sudah tahu aja semua pelajarannya anak kelas 5. Jadilah dia hanya lima tahun menganyam pendidikan di bangku sekolah dasar. Cerdas juga karena dia setengah mati doyan gambar denah dari jaman SD. Cita-citanya mau jadi arsitek. Tapi sama Bapak saya hanya ada 2 pilihan: dokter atau apoteker. Hmm? Cerdas karena dia akhirnya berhasil jadi apoteker. Berhasil lulus dengan cum laude. Padahal katanya tidak suka, padahal katanya sekadar jalani saja. Ah iya, belakangan saya tahu dia bilang itu pilihan orang tua, jalani saja dengan baik, pasti itu yang terbaik menurut mereka. Dan satu lagi! Saya bilang dia cerdas karena mainan yang berhasil diciptakannya. Mainan yang kami beri nama gambar rumah, nama-nama orang, album lagu, dan entah berapa mainan lagi yang kami lupa apa namanya..

Mainan Ciptaan Kak Diyah, apa saja? Mungkin ada orang yang sudah lebih dulu tahu tentang mainan ini sebelum kami. Tapi menurut saya, mainan ini tetap ciptaan kak Diyah. Tetap diciptakan kak Diyah untuk membuat adiknya lupa pada konsol game bernama Nintendo itu, Nintendo yang terkenal jaman saya SD, Nintendo yang kasetnya tebal, Nintendo yang di dalamnya memuat permainan favorit saya. Ya, apalagi kalau bukan SUPER MARIOS BROS! Setelah proposal permintaan Nintendo saya ditolak mentah-mentah oleh Bapak. Jadilah saya di rumah bermain dengan apa saja yang bisa dijadikan mainan.

GAMBAR RUMAH, ini mainan pertama yang diciptakannya. Jangan berpikir bahwa kami sedang bermain menggambar sebuah rumah dengan bentuknya yang kotak, atapnya yang segitiga (tampak depan), dengan satu pintu, satu jendela, dan sebuah pohon di sampingnya. Ah, tidak..bukan begitu. Gambar rumah ini maksudnya bermain menggambar denah rumah. Kalau arsitek menggambar denah rumah itu sudah biasa. Tapi bagaimana kalau anak SD yang melakukan hal itu? bahkan dianggap sebagai sebuah permainan? Pulang sekolah saat selesai mengerjakan PR dan bingung harus melakukan kegiatan apa. Kami biasa bermain ini. Mengambil kertas, pensil, pulpen cair, dan penggaris. Sret sret sret..tarik garis demi garis dan jadilah sebuah denah rumah. Tidak hanya rumah, biasanya kami juga menggambar denah sekolah, supermarket, rumah sakit atau apa saja. Tentunya dengan imajinasi kami masing-masing dan pastilah hasilnya juga berbeda jauh dengan hasil karya mereka yang paham betul ilmu arsitektur 😉 Saya senang jadi follower kak Diyah, belajar menggambar denah rumah yang ternyata menjadi pelajaran saya ketika duduk di bangku kuliah. Sempat belajar tiga semester di jurusan Arsitektur hingga saya tahu saya tidak ‘bisa’ lama di tempat ini. Meski begitu, tiga semester itu cukup untuk mengajarkan pada kak Diyah bahwa permainan gambar rumah yang kami lakukan dulu benar-benar kacau. Garis dinding, gambar lemari, dan beberapa hal lain yang tidak sesuai dengan yang saya pelajari… Hahaha..biar saja, yang penting happy ;p

denah rumah versi Kak Diyah ;D

NAMA-NAMA ORANG, saya akui permainan ciptaan kak Diyah memang tidak jauh-jauh dari bahan kertas dan alat tulis lainnya. Apalagi dengan permainan yang satu ini. Berhasil menghabiskan berlembar-lembar kertas, bahkan ada satu atau dua buku yang isinya penuh sama daftar nama. Ckckck..aneh dan tidak jelas. Jadi begini, permainannya yang cukup menciptakan nama-nama orang dalam satu keluarga. Tentukan siapa nama ayah dan ibu (kalau mau dikasih gelar juga boleh), serta nama anaknya (jumlah anak sesuai selera, jenis kelaminnya juga terserah! Mau cewek atau cowok!). Kalau sudah dipikirkan, ditulis deh rapi-rapi pakai pulpen yang bagus seperti ini:

 

nama keluarga kami jadi contohnya.hehe

Permainan yang aneh? Iya, emang -__-. Eh tapi jangan salah, dari daftar nama-nama yang saya dan Kak Diyah buat itu ada juga lho yang diminta sama orang buat dijadikan nama anaknya 😀 . Dari ratusan nama ternyata ada 2 yang benar-benar jadi nama orang! Jadi yang satu itu ‘Muhammad Syarif Hidayat’ (sepupu kami, awalnya Muhammad Syarif Hidayatullah.. tapi oleh ortunya diedit dikit jadinya ya itu.. Hidayat bukan Hidayatullah). Nah, yang satunya lagi ini anak lahir pas Italia menang piala dunia (tahun berapa ya? lupa -__-) pas si Cannavaro lagi keren-kerennya. Bapaknya yang juga om kita malam-malam nelpon. “Diyah..Tutut..Ini adeknya sudah lahir.. Mau dikasih nama siapa? Katanya punya banyak daftar nama..”. Jreeeng.. hee? Ini orang tahu darimana kita hobi bikin nama-nama. Maka malam itu kami memberikan nama Cannavira Italiana (norak ya namanya? hihihi..biarin ;p). Kemudian dikutak katik lagi sama Bapaknya, jadi deh nama sepupu kami itu ‘Cannavira Azzuhra Italiana’.

ALBUM LAGU, percaya atau tidak saya dulu punya banyak lagu ciptaan sendiri lho! Tentunya setelah ikut-ikutan lihat kak Diyah bikin lagu ini itu. Lagu tema Lebaran lah.. tema persahabatan.. percintaan.. #eh? Cinta sama orang tua maksudnya ;p. Lagu-lagu ini awalnya berupa lirik yang ditulis empat sampai sepuluh baris kemudian dinyanyikan dengan nada yang dibuat sendiri. Nyanyinya seenak telinga sendiri aja 😀 Kalau lagunya udah enak didengar dan udah gampang dihafal juga, bikin lagi deh lagu yang baru. Sampai jadi 6 judul lagu kemudian lirik-liriknya tadi ditulis di sebuah kertas yang sebelumnya sudah dilipat sedemikian rupa seperti kertas yang memuat lirik lagu pada kaset..yang punya kaset (yang ada pitanya) coba dicek kertas liriknya. Nah, itu dia yang saya dan kak Diyah buat dulu! Itulah yang kami sebut dengan album lagu 😉

 

gulungan kertas yg tersisa..

Huff..akhirnya selesai juga. Oh ya, kalau ada yang nanya mana semua hasil karya kami itu. Jawabannya sudah ludes..des..des. Semua bukti mainan hasil karya kami itu ada di rumah di Ambon (saya pernah tinggal 2 tahun disana bersama Bapak, Mama, dan Kak Diyah. Sementara Kakak Kami yang lain di Makassar). Di rumah yang sudah terbakar sewaktu kami tinggalkan.. (Ah,sudahlah cerita ini!) Yang tersisa hanya satu gulungan gambar sebuah perumahan yang dibuat Kak Diyah (isinya sejumlah denah rumah dan satu denah sekolah). Itupun gambarnya sudah tidak begitu jelas soalnya dibuat pada tahun 1998 😉 Sudah berapa tahun yang lalu tuh -__-. Iya, satu gulungan gambar yang tersisa, gambar perumahan hasil karya anak SD, gambar yang saya pamerkan pada teman-teman ketika saya sempat ada di jurusan yang sering ‘menggambar’ itu…

Artikel ini diikutsertakan pada Mainan Bocah Contest di Surau Inyiak

Biasa dipanggil Andy. Pernah tinggal lama di Makassar dan sekarang di Mataram, Lombok. Ngeblog sejak 2007. Senang kulineran, staycation, kopdaran di cafe, browsing produk di toko online tapi gak beli, dan tentu saja...senang menulis :) Bisa dikontak di andyhardiyanti@gmail.com

29 Comments

  • Ejawantah's Blog October 28, 2011 at 8:35 pm

    Semoga menang dalam acara kontestnya.

    Sukses selalu
    Salam
    Ejawantah’s Blog
    amin..amin..
    sukses juga buat ejawantah’s blog dari Mama Rani’s blog.. hihi.apasih mama rani ini~

    Reply
  • wahyu asyari m October 28, 2011 at 10:23 pm

    loh, pernah di ambon? 😀
    iya, pernah. Dari tahun 1997 sampai 1999. Kenapa, airyz? Pernah di Ambon juga?

    Reply
  • sheno monkey October 28, 2011 at 11:37 pm

    suksessss! wohooo kakak kamu kreatif ya, kamu harus mengikuti jejaknya 😀

    Reply
  • Raradenanna October 29, 2011 at 12:08 am

    Ihihihiii.. Kereenn…
    Iri saya melihat keakraban mama rani dengan kakak-kakaknya.. 🙁

    wah.. jadi pengen ikutan kontes ini juga 😀
    iri kaaaannn? maka segeralah engkau berdamai dengan kakandamu itu,nak. Biar persaudaraan kalian makin indah..halah~
    Ayo ayo buruan ikut kontesnya!!

    Reply
  • dhenok habibie October 29, 2011 at 12:21 am

    hahahaha, dhe kirain dulu mbak Rani ini udaaahh tua lho soalnya selalu bilang mama Rani.. eee ladalah, ternyata kita seumuran.. 😀
    seumuran? kelahiran ’91 juga toh? wah wah, karena nama Mama Rani itu ya saya dikirain udah tuir..hihi..kirain karena avatar saya -__- padahal itu foto avatarnya kan udah dicari dari koleksi foto yang ter- ter- eheuum..muda 😉

    Reply
  • vizon October 29, 2011 at 12:52 am

    Terima kasih sudah mengirimkan artikelnya Mama Rani.. Saya sudah catat sebagai peserta dalam MAINAN BOCAH CONTEST 🙂
    Sip, uda! Terima kasih juga sudah ngadain kontes. Sering-sering aja yaa..qiqiqi

    Reply
  • Lidya October 29, 2011 at 4:42 am

    senangnya kakak adik rukun begitu.sukses ya dengan kontesnya
    Makasih kunjungannya mbak.
    Awalnya sedih karena jadi anak bungsu, teman yang lain pada punya adek.. saya enggak -__-
    Eh, tapi ternyata seruan punya kakak, apalagi kalau banyak 😀

    Reply
  • Nchie October 29, 2011 at 5:20 am

    Kak Diyah Pinternya..
    Mau donk di bikinin mainan nyha..

    sukses ya Mama Rani..
    iya, kak Nchie.. Dia pintar sekali. Eh, gak pinter sekali sih.. soalnya dia gak ngerti ngeblog 😀 hihihi

    Reply
  • Adi October 29, 2011 at 10:06 am

    wah seneng bacanya,.
    Sukses buat kontesnya ya..

    Salam kenal..
    Salam kenal juga, kakak ^_^
    Wah, seneng juga saya baca komentarnya.. #eh..

    Reply
  • Mugniar (Bundanya Fiqthiya) October 29, 2011 at 1:15 pm

    Jadi penasaran .. dirimu memangnya masih mau lanjut kuliah atau tidak ? 🙂

    Eh, saya dulu suka lho ngarang2 nama, sampai punya satu buku. Tapi nda ada tuh yang minta dibuatkan nama … lha yang tahu cuma adek saya.

    Oya, nama Muhammad Syarif Hidayat … saya pernah ketemu orang bernama ini dan lebih tua dari saya 🙂

    Btw, salam sama kakaknya yah … hubungan sista adalh hubungan yang unik dan sangat menyenangkan (saya punya seorang sista (adik) yang terpaut hanya 1 ahun 3 bulan dan kami akrab layaknya teman …

    Ternyata nama ‘Andy’ nama depan saudara2 yah … #angguk2 kepala#
    Aha! ternyata doyan juga bikin nama-nama orang ya~ Kalau Mama Rani sama Kak Diyah entah sudah habis berapa buku itu untuk tulis nama-nama orang, eh bukan cuma ciptain nama orang..nama kucing juga ternyata -___-”
    Andy itu diambil nama Bapak. Kana(AN) Effen(DY)..gitu kakak..

    Reply
    • Mugniar (Bundanya Fiqthiya) October 30, 2011 at 1:28 pm

      Setelah saya ingat2 namanya Syarif Hidayat ding bukan Muhammad Syarif Hidayat 🙂
      Seriusnya eh bundanya Affiq-Athifah-Afyad.. dicek ricek lagi namanya itu orang 😀

      Reply
  • Mugniar (Bundanya Fiqthiya) October 29, 2011 at 1:16 pm

    Aih … foto dirimu imut buanget ^_^
    Ahahaha,iya.. Tambah imut lagi karena fotonya bareng boneka ular milik toko (baca:tidak dibeli, cuma diajak foto bareng)

    Reply
  • SURAU INYIAK » Blog Archive » sudah tutup October 30, 2011 at 5:08 pm

    […] Mama Rani, Saya, Kak Diyah, dan Mainan Ciptaannya […]

    Reply
  • Evan October 30, 2011 at 9:56 pm

    Heuu.. iri euy.. py kakak..
    eh.eh. usia SD dah gambar Denah, cuma 5 tahun, cumlaude? Keren pisaaaann… ckckkck… sukses ya ngontesnya..
    Kakak saya yang satu ini emang keren pisaaaan -__-“, yang nggak keren itu cuma blognya.. gak keurus, jarang diupdate, dan pemiliknya pun tidak tahu cara ngeblog ;D

    Reply
  • amela October 31, 2011 at 4:01 am

    Waaah,, asiknya ya punya kakak perempuan.. *pingin*
    Emang si Amel ini gak punya kakak ya? eh, tapi punya adek,kan? Saya dong gak punya…minta 1 dong adeknya..hihi. Minta adek, kayak minta kue aja nih Mama Rani.

    Reply
  • irma rahadian October 31, 2011 at 6:32 pm

    senengnya…rukun bgt sm mb diyah
    sampe sekarang msh sering ktemu mb…??
    salam buat mb diyah y….:)
    Sejak selesai kuliah apotekernya Kak Diyah jadi dosen di Mataram 🙁
    Terakhir ketemu pas idul fitri. Dia datang liburan ke Makassar. Iya, mbak..nanti saya sampaikan salamnya ;D

    Reply
  • mariana janis October 31, 2011 at 9:42 pm

    seru yaa keluarganya 🙂
    Alhamdulillah, saya hidup dalam keluarga yang ‘seru’ seperti ini.. #eh?

    Reply
  • Tutus October 31, 2011 at 10:11 pm

    waahh.. enaknya banyak kakak. 😀
    semoga menang kontesnya. 😀
    Hihi, iya. Lumayanlah punya 3 orang kakak, walau cewek semua ;p
    Ehh, namanya Tutus? Lha nama saya Tutut 😀 Salam kenal, tutus~

    Reply
  • bensdoing November 1, 2011 at 12:54 am

    smoga sukses ya ngontesnya 🙂
    nitip sbntar ya http://bensdoing.wordpress.com/2011/11/01/kesan-pertama-begitu-menggoda/
    eh, itu nitip apaan ya? hehe..

    Reply
  • sulung November 1, 2011 at 6:59 am

    asyiknya kalau punya kakak, saya anak pertama, jadi g pernah dibuatkan mainan oleh kakak (lha wong g punya kakak. hehe)
    Yah kalau gitu jadi kakak yang baik aja, buatin mainan buat adik-adiknya ;D
    Salam kenal, sulung..dari si bungsu~

    Reply
  • Lambertus November 1, 2011 at 8:37 am

    Ah, menyenangkannya. Kakaknya pasti sayang banget sama adiknya. Tidak heran kalau adiknya sangat sayang juga dengan kakaknya dan menjadikan tulisan ini sebagai secuil apresiasi untuk kakak. Menyentuh.

    Saya juga punya kakak dan juga punya hubungan baik. Kakak saya selalu membantu saya keluar dari permasalahan-permasalahan, baik itu pelajaran di sekolah atau masalah hidup. Semacam teman curhat kedua setelah ibu. Sekarang, bagaimana kita bisa membalas kebaikan kakak kita?

    Sukses selalu untuk Mama Rani

    Sekarang, bagaimana kita bisa membalas kebaikan kakak kita?

    Dengan membuat paling tidak sebuah postingan spesial untuknya… hihihi.

    Reply
  • Insan Robbani November 2, 2011 at 12:10 am

    wah keluarga yang kreatif….
    kalo saya butuh nama utk saat sekarang kira2 apa ya…
    tapi jangan nama Simoncelli tewas disepang loh… hehehehe
    untuk pemesanan nama silahkan japri aja ya ;p

    Reply
  • niQue November 2, 2011 at 2:30 am

    kreatif sekali kakaknya, beruntung banget yang jadi adiknya yah
    permainan yang murah, tapi edukatif menurutku.

    feeling sih menang neh kayaknya di kontes mainan hehehe
    iya..cuma ngabisin kertas, pensil, dan pulpen. what? CUMA? hihi, jangan salah lo, kak Diyah kalau urusan gambar rumah-rumah gini dia selalu milih pulpen berkualitas. Hahaha. Kecuali kalau yang gambar itu saya..pake pulpen yang tintanya tebal-tipis juga gak papa ;D
    Alhamdulillah dah kalau mainan ini dibilang edukatif..hehehe..
    Menang? AMIN 🙂

    Reply
  • seagate November 2, 2011 at 3:20 am

    Sepertinya memang nyaman menjadi anak bungsu, apalagi kakak-kakaknya adalah orang cerdas, tentunya bisa menjadi panutan buat adik-adiknya..nice story
    salam kenal 🙂
    ya, sepertinya begitu 😉 salam kenal juga.

    Reply
  • Asop November 2, 2011 at 1:49 pm

    Saya cuma dua bersodara…. cowok pula. Dulu isinya tengkaaaar mulu. 🙁

    Sekarang, udah nggak dong. 😀
    wahhh..cowok semua. Saya malah cewek semua. Barter sodara aja dah kalo gitu? #eh..

    Reply
  • AtA November 7, 2011 at 12:11 am

    ..
    hemm.. kak dyah kreatif sekali, keren pisan euy.. ^^
    apa sekarang dia jadi arsitek..?
    ..
    gak, kaka…di postingannya kan saya udah bilang..dia sekarang jadi Apoteker..entahlah kalau dia mau kuliah S1 lagi ngambil jurusan arsitektur 😛

    Reply
  • Baby Dija November 11, 2011 at 3:55 am

    boneka yang di rak belakang itu lucu Tante…
    mana? mana? saya cuma suka boneka ular n buaya yang kita ajak foto itu aja ;D

    Reply
  • wira November 13, 2011 at 10:14 pm

    Kalian Berdua sama2 pinter nulis yah.. Cerita yg bagus, semoga diyah ikut membacanya.. Jd penasaran, klo diyah ikut komen disini, diyah komen apa yah?

    Reply
  • ali November 22, 2013 at 2:38 am

    btw ini menang kah kontesnya ?
    http://mainantradisionalindonesia.wordpress.com

    Reply

Leave a Comment