Coto Nusantara Makassar

 

Coto Nusantara

Tunggu dulu, mana yang benar? Coto Nusantara Makassar atau Coto Makassar Nusantara. Aih aih, bingung saya. Sudahlah, mana-mana saja.

Saya pertama kali mengenal Coto Nusantara ini lewat sebuah buku yang saya baca pada tahun 2007 silam (baru juga beberapa tahun yang lalu, pakai silam-silam segala). Sudah sering juga dengar komentar-komentar dari teman-teman yang pernah berkunjung ke sana. Tapi entahlah kenapa saya belum juga ‘ngiler’ untuk mencoba coto yang warungnya terletak di sekitar pelabuhan itu. Mungkin karena sudah keseringan menikmati Coto Gagak (hey, ini namanya saja ya! jangan berpikir kalau coto ini terbuat dari 100% daging gagak..wkwk ya ndaklah~) dan Coto Paraikatte. Sampai pada suatu hari yang disebut hari Sabtu, ketika saya-papa rani-n rani nduti tralala trilili pulang dari sebuah acara dan berencana mengunjungi keluarga yang kebetulan tinggal di daerah yang sama dengan tempat diadakannya acara yang kami hadiri tadi (kalimatnya ribet, tauk!) dan ternyata keluarga yang hendak kami kunjungi tadi sedang tidak ada di rumah dan kami lapar dan kami bingung mau pergi makan dimana dan maunya beli tempe terus goreng di rumah dan karena saya mau lihat acara di Pantai Losari jadinya ndak jadi deh beli tempenya. Akhirnya kita putuskan (kita putuskan ya, bukan KITA PUTUS,KAN?) untuk singgah makan dulu, baru ke Pantai Losari.

Awalnya saya mengajukan ide untuk makan di Pallubasa Serigala, tapi ndak jadi soalnya terlalu makan ongkos dan sepertinya dalam seminggu ini kita sudah tiga kali makan disana :D. Akhirnya kita menuju jalan Urip Sumoharjo, tepatnya di belakang Masjid (lupa namanya masjid apa) ada warung namanya Warung Selera Kita, warung sederhana nan imut plus makanannya enak yang konon jadi tempat makan siang favorit saya dan dia waktu jaman masih belum nikah dulu. Hihihihi..  Sampai disana ternyata warungnya ndak buka, hari Senin baru buka lagi katanya -___- . Haduh! susahnya cari tempat makan. Terus kita ke tempatnya Mie Awa, ndak tau juga di jalan apa namanya dan sampai disana warungnya tutup (entah tutup atau belum buka) sepertinya belum buka sih. Dan capeklah sudah kita putar sana sini dan jeng jeng.. tiba-tiba kita sampai disini, di Warung Coto Nusantara (warung ya?).

 

Semangkuk Coto Nusantara

Ternyata Coto Nusantara memang enak lho teman-teman. Peringkat 1 deh untuk urusan coto menyoto, menurut saya… Yang di atas tadi maap..turun peringkat dikit ndak papa ya? tapi saya tetap ke sana kok. Jangan sedih ya? (apaan sih? :D). Oh iya, harga semangkuk coto disini Rp12.000,- dan untuk ketupatnya Rp1.000,-.

Ini beberapa oleh-oleh fotonya 🙂

 

Coto Rp12000 Ketupat Rp1000

Dagingnya ditutup ya.. Biar ndak diganggu sama lalat..

Nah, ini salah satu pengunjung di sana ^_^

Biasa dipanggil Andy. Pernah tinggal lama di Makassar dan sekarang di Mataram, Lombok. Ngeblog sejak 2007. Senang kulineran, staycation, kopdaran di cafe, browsing produk di toko online tapi gak beli, dan tentu saja...senang menulis :) Bisa dikontak di andyhardiyanti@gmail.com

17 Comments

  • Ayahnya Ranggasetya September 20, 2011 at 2:26 pm

    wew. jadi lapar lagi nih lihat fotonya. baru dengar ada coto gagak, kalau bukan karena ada daging gagaknya, kenapa dinamain daging gagak, ya?

    Reply
    • admin September 23, 2011 at 2:05 pm

      dinamain coto gagak karena warungnya ada di Jalan Gagak 🙂 Ya, klo cotonya ada di Jalan Ayahnya Ranggasetya ya mungkin nama warung cotonya jadi: COTO AYAHNYARANGGASETYA..
      *panjangbener*
      *pissAYAHNYARANGGASETYA^_^*

      Reply
  • Kirman September 23, 2011 at 3:30 am

    Wah… mesti dicoba nih. Saya kalo balik biasanya ke Paraikatte aja…

    Reply
    • admin September 23, 2011 at 2:00 pm

      iya, om kirman. Silahkan dicoba cotonya.. FYI, warung coto yang satu ini bukanya cuma sampai sore ya..

      Reply
  • Pakde Cholik October 1, 2011 at 6:32 am

    saya juga penggemar coto Makassar sejak dinas di Balikpapan. Di Surabaya juga banyak yang jual, jadi saya masih bisa menikmatinya.

    Kalau coto Nusantara memang belum,apalagi soto gagak.
    salam hangat dari Surabaya

    Reply
    • admin October 13, 2011 at 5:26 pm

      coto gagak, pakdhe..bukan soto 😐

      Reply
  • FITT October 2, 2011 at 3:56 pm

    coto yang ini memang enak banget!

    Reply
    • admin October 4, 2011 at 2:36 pm

      hohoho..iya fitt, setuju!
      btw, di jakarta ada ji coto makassar yang enak dijual?

      Reply
  • Kirman October 4, 2011 at 2:59 am

    Saya terlewat coto yg ini pas pulang tempo hari… 🙁

    Reply
    • admin October 4, 2011 at 2:35 pm

      haissssh, sayang sekali anda melewatkan kesempatan menikmati coto yang rasanya mantap ini… #apasih.
      eh tapi ndak meledak ji itu nanti perutnya kalo mau semua dimakan? hihi..kan sudahmi dihantam seafoodnya RM.Kayangan :O

      Reply
  • Rohis Facebook October 9, 2011 at 5:04 am

    jadi penasaran…, insya Allah aq mampir…, 🙂

    Reply
    • admin October 13, 2011 at 5:27 pm

      Mampirlah nak..
      Jangan lupa kalau kesana bilang referrernya Mama Rani yaaa..qiqiqi

      Reply
  • budi nurhikmat October 14, 2011 at 10:17 am

    urusan makan coto makasar, konro bakar …mantabs 🙂
    sayang coto nusatara belum ada cabangnya di bandung…

    Reply
  • icha October 1, 2012 at 5:13 am

    Mmmmmmm…….bener banget coto Nusantara tiada duanya deh…
    Setiap pulang ke Makassar, saya sempetin makan coto Nusantara dulu. Maklum, selalu kangen karna sudah lama tinggal di Surabaya.

    Reply
  • mawi wijna July 31, 2015 at 9:51 am

    Seumur-umur makan coto di Jogja dan baru sekali ke Makassar ternyata memang lebih enak coto asli Makassar. 😀

    Reply
  • Kedai Kopi Arumbu: Perihal Kopi, Obrolan Dan Bukubuku – Blognya Andy Hardiyanti January 24, 2016 at 6:08 am

    […] tradisional, hingga yang menu makanan yang paling ‘berat’ dan paling laris yaitu Coto Makassar. Coto Makassar ini diracik sendiri oleh kak Muhary (penting), jadi mungkin ada rasa-rasa sastranya […]

    Reply
  • Warung Bawakaraeng: Geliat Kuliner Makassar Di Kota Mataram – Blognya Andy Hardiyanti January 31, 2016 at 6:18 am

    […] Rp20.000,- Cukup mahal ya? Eh tapi dengar-dengar dari kawan di Makassar, katanya harga semangkuk Coto Nusantara (salah satu coto yang terkenal di Makassar) pun sekarang Rp20.000,- Artinya? harga Coto Makassar ya […]

    Reply

Leave a Comment