Jadi Fotografer Tanpa Kamera DSLR

Selain BB dan tablet, benda apa lagi yang kira-kira akrab dengan ABG zaman sekarang? Yap! Kamera DSLR. Tidak usahlah bicara ABG, bahkan anak seumuran sekolah dasar pun sering saya temukan berfoto-foto ria menggunakan kamera gede nan berat ini. Aih, zaman memang benar sudah moderen. Kadang iri juga melihat mereka yang gampang sekali memiliki benda yang terbilang mahal, padahal saat saya sekolah dulu yang punya hp berkamera saja bisa dihitung jari ;)

Tapi kalau mau bicara panjang tentang penting atau tidaknya mereka memiliki kamera sekelas itu, rasanya bukan urusan saya deh. Belinya juga pakai uang orangtua mereka kok. Eh, atau mungkin ada yang beli pakai hasil tabungan sendiri? #mulaigakpenting. Saya sendiri mulai mengerti penggunaan kamera DSLR ya sejak papanya sedja beli kamera. Kalau tidak salah waktu tahun 2009. Telat ya? Eitt, jangan salah. Seperti yang pernah diceritakan Mbak Monda pada postinganĀ belajar memotret, sebelum mengenal kamera dslr seperti itu pun, saya sudah mulai menangkap berbagai gambar dengan menggunakan fasilitas kamera yang ada di hp saya. Walaupun resolusinya cuma 2 megapixel, hasilnya tetap keren lho ;)

Suatu pagi di perumahan Aroepala dan Kompleks Faisal saat tergenang banjir. --Pakai kamera hp nih, bagus gak?

Continue reading

Weekly Photo Challenge: Hidden

 

Hidden, isn’t it?

Lagi-lagi saya mesti pakai Bahasa Indonesia untuk menjelaskan foto di atas. Google translate tidak begitu baik menerjemahkan kalimat saya, atau kalimat yang saya input padanya yang tidak begitu baik? Ah, entahlah..

Temanya hidden. Ini tergolong foto hidden tidak ya? Saya memotretnya dari dalam mobil tanpa membuka kaca. Itulah mengapa gambarnya mantul-mantul, aneh sih.. tapi setelah saya lihat-lihat lagi ternyata foto ini bagus juga. Jepretnya pakai kamera hp Nokia tipe 5220 XpressMusic dengan resolusi 2MP. Lokasi di jalanĀ  Urip Sumoharjo, Makassar.