Book Review: Sakinah Bersamamu

Tadi iseng-iseng mendarat ke blognya Pakde Cholik dan ternyata lagi ada Book Review Contest. Saya baca dulu postingannya sampai tahu kapan deadline kontesnya. Alhamdulillah masih ada cukup waktu untuk ikutan. FYI, ini pertama kalinya saya ikutan gini-ginian dalam urusan ngeblog (gini-ginian gimana maksudnya? :D ) yaa.. semacam kontes, give away, lomba atau apalah namanya.. Jadi setelah dipilihpilih, saya akhirnya memilih buku Sakinah Bersamamu untuk direview, selain karena saya memang suka sama isi bukunya.. juga karena tetangga sebelah (tetangga di propinsi sebelah maksudnya :p) sepertinya penasaran sama buku yang sebelumnya pernah saya singgung dalam postingan beberapa bulan yang lalu di blog ini.

*Basabasinya kelamaan woy!*

Sakinah Bersamamu (Asma Nadia)

Judul Buku : Sakinah Bersamamu

Penulis         : Asma Nadia

Penerbit      : AsmaNadia Publishing House, 2010

Isi / Harga : 344 halaman / Rp55.000,-

Siapa yang tidak mengenal Asma Nadia? seorang penulis yang produktif yang entah berapa banyak sudah karya yang dihasilkannya hingga kini. Sejak duduk di bangku sekolah dasar, saya sudah sering melihat namanya terpampang di majalah-majalah islami yang menjadi langganan kakak-kakak saya dulu. Ya, hanya tahu saja kalau ada tulisan Asma Nadia di sana. Belakangan ini barulah saya mulai membaca tulisannya dan Sakinah Bersamamu menjadi buku karangan Asma Nadia yang pertama kali saya miliki.

Cinta bukanlah mencari pasangan yang sempurna, tapi menerima pasangan kita dengan sempurna.

Pada bagian sampulnya, tepat di atas judul buku ini terdapat sebuah tulisan: “Sebuah Kado Pernikahan”. Saya tertawa kecil sambil berpikir bahwa saya baru saja membeli kado untuk pernikahan saya sendiri dan apa buku ini tidak cukup telat untuk dijadikan sebuah kado pernikahan yang notabene pernikahan itu berlangsung setahun yang lalu? Aih, tak apalah tak usah dipikirkan. Tidak begitu penting, yang penting buku ini dibeli, dibaca dan dapat bermanfaat. Itu saja. Continue reading

Tags:

cerpen kumpulan sebuah kado pernikahan

Agustus Empat Buku

Bulan Agustus kemarin saya berhasil memecahkan rekor. Rekor saya sendiri. Rekor membeli buku dalam sebulan. Biasanya, dalam sebulan saya paling banyak membeli dua buah buku bacaan. Iya, buku bacaan. Buku apa saja yang bisa saya baca. Maksud saya, buku apa saja yang saya dapatkan manfaat darinya setelah menutup kembali sampulnya. Tapi toh semua buku tetap saja punya manfaat, ya manfaat apa saja. *sudah jauh ini woy! kiri depan!*

Empat Buku di bulan Agustus

Empat buku dalam sebulan. Ini jumlah yang banyak bagi saya. Bagi saya yang suka membaca tapi tidak suka membeli buku #eh? Kalau begini, saya jadi ingat Andhika Mappasomba, salah seorang juri pada lomba puisi yang saya ikuti di Universitas Negeri Makassar. Dulu Kak Andhika (saya panggil dia dengan nama itu) pernah bertanya pada kami (saya dan beberapa peserta lainnya) perihal jumlah buku yang kita beli dalam sebulan. Waktu ditanya begitu saya tidak menjawab apa-apa. Hanya tertawa kecil. *satu buku dalam sebulan saja itu sudah hebat…hehe. Uang saya banyak habis untuk internetan, kak Andhika :D *

Sudahlah, postingan ini sepertinya terlalu berlama-lama dan berputar-putar, terlalu jelas mencerminkan penulisnya sebagai blogger yang tidak tahu buat postingan yang baik. Saya cuma mau kasih tahu buku-buku apa saja yang saya miliki di bulan Agustus kemarin. Mungkin tidaklah begitu penting bagi kalian, tapi amat penting bagi saya, sebab saya tidak ingin postingan ini berakhir dengan tiga paragraf saja. Continue reading