Perkembangan Bentuk Tiket Kereta Api di Indonesia, Menarik!

tiket kereta api di indonesia

Perkembangan Bentuk Tiket Kereta Api di Indonesia, Menarik! Tidak hanya pelayanan PT KAI dan gerbong kereta api yang mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Tiket kereta api pun juga mengalami hal yang sama, turut berubah seiring dengan perkembangan dari PT KAI. Tujuannya tentu untuk mempermudah pelayanan yang diberikan kepada penumpang kereta api di Indonesia. Semuanya diberikan pelayanan yang sama ramah dan paripurna, baik untuk penumpang kelas ekonomi maupun eksekutif.

Dilansir dari Kompas.com, berikut adalah perkembangan bentuk tiket kereta api di Indonesia yang perlu kamu tahu. Sangat menarik!

Perkembangan Bentuk Tiket Kereta Api di Indonesia

Kertas Kaku Berukuran Kecil

tiket kereta api di indonesia

sumber: cingciripit.wordpress.com

Pernah mengalami tiket kereta api yang ukurannya hanya sebesar ibu jari dan terbuat dari kertas kaku? Tiket jenis ini dipergunakan oleh PT KAI sejak awal beroperasi di Indonesia sampai dengan tahun 2008 lalu. Pada tiket ini, hanya ada nama kereta api, tujuan dan tanggal keberangkatan saja. Tidak ada nama penumpang yang tertera di sana, sehingga mudah dipindahtangankan dan rawan praktik calo. Ketika kamu naik kereta api, tiket ini akan diperiksa secara berkala oleh kondektur dan dilubangi sebagai tanda bahwa sudah dipergunakan.

Tiket model ini ternyata diadaptasi dari desain Thomas Edmonson, kepala stasiun kereta api dari Newcastle, Inggris. Bahannya kuat dan tidak mudah rusak, namun rawan terselip dan hilang karena ukurannya hanya 3 x 5 cm.

Tiket Kertas Tipis Berukuran Lebar

tiket kereta api di indonesia

sumber: ekapbs.wordpress.com

Mulai tahun 2009, PT KAI mengubah tiket dengan ukuran yang lebih besar. Yaitu 20 x 7 cm dengan keterangan yang lebih lengkap di dalamnya. Mulai dari nama penumpang, nama kereta hingga harga tiket yang dibeli, semua tertera di sini.

Baik tiket kereta api kelas eksekutif maupun kelas ekonomi, semuanya diubah menjadi bentuk tipis memanjang ini. Tak ada lagi tiket berukuran kecil yang mudah hilang dan tanpa nama penumpang.

Tiket Kertas Lebar Dengan QR Code

tiket kereta api di indonesia

sumber: duanolsatucepe.blogspot.com

Meski sudah mengalami perubahan, namun ternyata masih ada praktik penyimpangan tiket kereta api yang terjadi di lapangan. Karena itulah, PT KAI kembali melakukan inovasi dengan menambahkan kode QR pada tiket yang mereka jual. Tepatnya pada tahun 2012, PT KAI memberlakukan tiket dengan sistem QR yang bisa memindai data penumpang untuk disesuaikan dengan karti identitas. Untuk membeli tiket pun, penumpang harus menggunakan kartu identitas yang masih berlaku, bisa berupa SIM/KTP atau Paspor.

Ketika penumpang hendak masuk ke dalam stasiun, harus melakukan cetak tiket di loket dan menunjukkan tiket kereta api serta kartu identitas yang sesuai. Jika data cocok, baru bisa masuk ke dalam peron dan naik ke atas gerbong.

Tiket Kertas Dengan Boarding Pass

tiket kereta api di indonesia

sumber: mudikgratis.com

Pada tahun 2016, PT KAI kembali melakukan pembaruan tiket dengan perubahan desain yang cukup mencolok. Yang tampak berbeda adalah ukuran dari tiket sebelumnya dan QR Code yang terdapat di tiket semakin menipis dan memanjang. Sebutannya pun sekarang bukan tiket kereta api lagi, melainkan boarding pass yang berisi data berupa nama penumpang, nomor kartu identitas, kode booking, tipe penumpang, nama kereta dan nomor tempat duduk.

Selain bisa dibeli secara langsung, kini penumpang juga bisa pesan tiket kereta api melalui website dan aplikasi Traveloka secara online. Dan berbeda dengan tiket tahun sebelumnya yang bisa dicetak sejak beberapa hari sebelum keberangkatan. Boarding pass ini hanya bisa dicetak maksimal 12 jam sebelum waktu berangkat untuk meminimalisir pemalsuan tiket.

Nah, kamu pernah naik dengan model tiket kereta api mulai zaman yang mana?

Biasa dipanggil Andy. Pernah tinggal lama di Makassar dan sekarang di Mataram, Lombok. Ngeblog sejak 2007. Senang kulineran, staycation, kopdaran di cafe, browsing produk di toko online tapi gak beli, dan tentu saja...senang menulis :) Bisa dikontak di andyhardiyanti@gmail.com

1 Comment

  • Enny Mamito July 6, 2018 at 12:42 pm

    Terakhir naik kereta api liburan bulan Desember tahun lalu.
    Saya termasuk sering liburan naik kereta api, jadi tahu & ngalamin pegang tiket mulai yang kaku sampai kertas merah kayak sekarang.
    Tambah keren ya :))

    Reply

Leave a Comment