Cara Menghitung Tarif Listrik PLN

cara-menghitung-tarif-listrik-pln

Cara Menghitung Tarif Listrik PLN. Dalam beberapa tahun terakhir, PLN sudah merubah metode pembayarannya menjadi metode pengisian pulsa atau lazim disebut token listrik. Metode baru ini menurut kami cukup memberikan kenyamanan serta kepraktisan dibanding metode yang lama. Nah apakah anda sudah mengganti metode pembayaran listrik anda?

Bayar Listrik dengan Tagihan atau Token?

Mengenal Tarif Dasar Listrik

Jika sudah maka pertanyaan selanjutnya adalah berapa tarif listrik PLN saat ini? Atau lebih tepatnya, berapa biaya bayar tagihan listrik bulanan saat ini? Dengan mengetahui listrik PLN, anda akan sangat bisa menghemat pengeluaran bulanan anda. Hal ini diakibatkan karena dengan mengetahui biaya listrik, anda bisa memperkirakan pengeluaran serta mengatur pengeluaran listrik tersebut dengan lebih bijaksana. Hasil akhirnya? Biaya listrik bulanan bisa menjadi lebih murah! Jadi apakah anda tertarik untuk membaca artikel ini?

Sebelum memulai pembahasan tentang tarif dasar listrik ini, kami tekankan bahwa tarif dasar yang ditampilkan merupakan tarif pada tahun 2018. Jadi jika anda membacanya di luar tahun 2018, bisa jadi akan terjadi perubahan kebijakan. Selain itu karena saat ini umumnya sudah digunakan metode pembayaran menggunakan token listrik, maka ada beberapa perubahan cara menghitungnya. Dibandingkan dahulu saat anda masih membayar tagihan listrik dengan metode tradisional.

Catat Penggunaan Peralatan Listrik di Rumah

Pertama-tama anda harus mulai mencatat peralatan listrik digunakan sehari-hari setidaknya selama satu bulan. Nah jika anda sudah mencatat alat-alat yang biasa anda gunakan tersebut, anda sekarang bisa memperkirakan berapa daya listrik yang digunakannya. Jika anda tidak mengetahui daya listrik yang digunakan anda bisa melihat informasi yang terdapat pada peralatan yang dimaksud. Selanjutnya kalikan jumlah pemakaian alat tadi dengan daya mereka sehingga didapatkan daya listrik per bulan yang akurat.

Nah misalnya dalam satu jam anda menghitung bahwa kebutuhan listrik rumah tangga anda adalah 1.500 watt atau 10 kW. Karena jumlah ini merupakan jumlah pemakaian listrik dalam satu jam, maka satuannya akan berubah menjadi 10 kWh atau kilowatt hour.

Cara Menghitung Tarif Listrik

Contoh Perhitungan Pembayaran Listrik

Berdasarkan peraturan terbaru, tarif dasar listrik yang tidak bersubsidi saat ini adalah Rp 1467,28/kWh. Kemudian untuk tarif dasar listrik yang disubsidi pemerintah saat ini adalah seharga Rp 1.352/kWh. Dengan demikian, maka anda bisa mengalikan jumlah pemakaian per hari dengan tarif tersebut. Dalam contoh perhitungan di atas kita telah mengetahui bahwa penggunaan listrik kita per hari adalah sejumlah 10 kWh. Maka tarif listrik yang bisa dibayarkan dalam satu hari adalah Rp 14.672,8 atau Rp 13.520. Hal ini bergantung dari golongan pembayar listrik manakah anda. Nah setelah itu kalikanlah dengan 30 hari maka akan didapatkan biaya listrik anda dalam satu bulan adalah kira-kira Rp 440.000 (dibulatkan) atau Rp 400.000 (dibulatkan) bergantung dengan golongan pembayar listrik yang mana kah anda.

Nah saat ini anda telah memiliki setidaknya patokan bagi anda untuk membeli token listrik setiap bulannya. Biasanya biaya yang anda hitung ini tidak akan berbeda jauh setiap harinya, sehingga biaya ini kami jamin dapat dijadikan patokan bagi anda. Apakah ada kemungkinan perkiraan biaya ini meleset? Tentu saja kemungkinan tersebut akan selalu anda, mengingat saat ini nyaris seluruh kehidupan anda bergantung kepada perlaatan elektronik, kami yakin ada waktu-waktu dimana mendadak penggunaan listrik anda menjadi tinggi. Meski demikian kami pun yakin bahwa pasti anda juga memiliki waktu-waktu dimana mendadak penggunaan listrik anda menjadi berkurang drastis.

Mencatat Penggunaan Listrik, Apakah Susah?

Saran kami untuk mengatasi masalah ini adalah dengan cara mencatat penggunaan listrik secara tepat dalam waktu 30 hari atau satu bulan. Jika anda merasa hal ini terlalu sulit, maka kami menyarankan kepada anda setidaknya untuk mencatat penggunaan listrik dalam waktu 10 hari dan diperkirakan dalam satu bulan. Namun bila hal ini masih terlalu sulit untuk anda, maka dari penghitungan harian yang telah kami jabarkan tadi, anda bisa mengevaluasi kesesuaiannya dengan token yang anda beli. Apabila perkiraan tersebut telah sesuai anda berarti mulai bisa mengatur pengeluaran listrik di rumah anda karena berarti penghitungan tersebut tepat dan dapat dijadikan sebagai dasar pertimbangan. Selamat mencoba!

Biasa dipanggil Andy. Pernah tinggal lama di Makassar dan sekarang di Mataram, Lombok. Ngeblog sejak 2007. Senang kulineran, staycation, kopdaran di cafe, browsing produk di toko online tapi gak beli, dan tentu saja...senang menulis :) Bisa dikontak di andyhardiyanti@gmail.com

1 Comment

  • sunardi March 20, 2018 at 9:10 am

    Dengan mengetahui cara menghitung pemakaian listrik, maka biaya untuk keperluan listrik dapat kita kontrol ya kak. terima kasih infonya bermanfaat.

    Reply

Leave a Comment