Nikmatnya Tahu 151 A Lombok, Tahu Lembut Idola Para Wisatawan

tahu-151a-lombok-01

Tahu 151 A Lombok, penganan tahu dengan citarasa gurih dan lembut yang masih diolah dengan cara tradisional ini sering dibawa sebagai buah tangan dari Lombok.

Nikmatnya Tahu 151 A Lombok, Tahu Lembut Idola Para Wisatawan. Apa makanan khas Lombok yang paling sering Anda dengar namanya? Ayam Taliwang, Pelecing Kangkung, Nasi Balap Puyung, Sate Bulayak? Bagaimana dengan Tahu Lombok? Tepatnya Tahu 151 A. Mungkin belum banyak yang mengetahui, selain mereka para wisatawan yang pulang membawa berpotong-potong tahu ini sebagai buah tangan. Lalu apa sih keistimewaan Tahu 151 A Lombok yang membuatnya jadi idola para wisatawan?

Tahu 151 A Lombok Berdiri Sejak Tahun 1968

tahu-151a-lombok-05

Kawasan Abian Tubuh yang terletak di kota Mataram-NTB sudah lama dikenal sebagai pusat produsen tahu. Dan di kawasan inilah Tahu 151 A berada. Tahu 151 A berdiri sejak tahun 1968, namun saya pribadi baru pertama kali mendatanginya di tahun 2013 lalu. Iya, soalnya saya baru lahir di tahun 1991 dan menetap di Mataram pada tahun 2012. Jadi ya gitu..kudet deh #dibahas πŸ˜€

Terus kenapa diberi nama Tahu 151 A? Sederhana saja, nama tersebut diambil dari nomor rumah tempat dimana outlet tahu ini dipasarkan, yaitu di Jln. Prabu Rangkasari No.151 A, Abian Tubuh, Sandubaya, Mataram-NTB. Seperti yang sudah dijelaskan di awal bahwa kawasan Abian Tubuh merupakan pusat produsen tahu, yang mana ada banyak sekali yang memproduksi tahu di sini. Tidak hanya memproduksi, tetapi juga memasarkan. Jadi untuk membedakan outlet tahunya dengan yang lain, maka diberilah nama Tahu 151 A Lombok.

Nikmatnya Tahu 151 A Lombok

tahu-151a-lombok-01

Hal yang pertama kali membuat saya penasaran pada Tahu 151 A adalah karena cerita beberapa kawan yang setiap kali berlibur ke Lombok tidak lupa menyempatkan diri untuk membeli tahu di tempat ini. Beberapa malah sudah mempersiapkan wadah sendiri dari rumah. Biar lebih awet dan aman selama di jalan katanya. Bawa ole-ole tahu dari Lombok? Saya kok baru dengar, biasanya yaa ayam taliwang, terasi khas Lombok, dodol/manisan rumput laut dan beberapa nama lainnya. Ya bukan apanya, menurut saya rasa tahu itu di mana-mana sama saja πŸ˜€

Ternyata Tahu 151 A Lombok ini berbeda. Rasanya lembut banget dan belum dicocolin sambal kecap aja sudah berasa. Apalagi kalau dimakan dengan sambal kecapnya. Seriusan enaknya! Kalau dimakan dengan sepiring nasi putih mungkin lebih enak lagi. Sayangnya belum juga nasi putihnya disendok di piring, eh si tahu udah habis aja jadi cemilan πŸ˜€

Berapa Harga Tahu 151 A Lombok?

tahu-151a-lombok-02

Terus bagaimana dengan harganya? Pada penasaran gak? πŸ˜€ Jadi untuk sepotong eh satu potong Tahu 151 A Lombok yang masih mentah seperti pada gambar di atas, teman-teman perlu mengeluarkan biaya sebesar Rp5.000,- Mahal? Eittt, jangan kaget dulu karena satu potong tahu tersebut ukurannya besar banget. Saya pribadi membaginya menjadi 4 bagian dulu sebelum menggoreng. Mau langsung menikmati tahunya tanpa perlu repot-repot menggoreng dulu? Pesan saja yang siap digoreng. Kita hanya perlu menunggu beberapa menit sampai Tahu 151 A Lombok yang dipesan tadi selesai digoreng. Adapun harga untuk tahu yang sudah digoreng ini adalah sebesar Rp10.000,- per potongnya.

Saya sih seringnya beli yang sudah digoreng (dihh, gaya!). Soalnya buat bekal di jalan, seperti beberapa waktu yang lalu saat hendak berakhir pekan ke Pantai Selong Belanak. Kami singgah dahulu membeli beberapa potong tahu dan menunggu sejenak sampai tahu-tahu tadi selesai digoreng. Kurang enak apa lagi tuh berwisata ke pantai sambil menikmati tahu goreng lengkap dengan cocolan sambal manis pedasnya πŸ˜‰

Tahu Lembut yang Diolah Secara Tradisional

tahu-151a-lombok-04

Saat kita memasuki outlet Tahu 151 A Lombok, maka kita akan menemukan sebuah papan besar yang dipajang di salah satu dinding bangunan yang tidak seberapa luas tersebut. Di sana dipajang informasi mengenai proses pembuatan tahu 151 A, beberapa surat atau sertifikat terkait produk tahu tersebut (seperti sertifikat halal MUI, izin DepKes dan masih banyak lagi). Keren yaa..masih tergolong industri rumah tangga namun sudah sadar akan pengurusan izin produk πŸ™‚ Kembali lagi soal proses pembuatan tahu 151 A, jadi bagaimana sih proses pembuatan tahu 151 A yang katanya masih dilakukan secara tradisional itu?

Saya sempat bertanya pada si pemilik outlet Tahu 151 A, apa yang membuat rasa tahunya berbeda dengan tahu-tahu yang biasanya sering kita konsumsi. Ya, rupanya yang membedakan adalah dari proses pembuatannya. Kalau kebanyakan tahu yang kita konsumsi saat ini diproses secara modern, maka tahu 151 A hingga sekarang masih diproses secara tradisional. Seperti informasi yang tertera pada gambar di atas, maka tahapan pembuatan tahu 151 A adalah sebagai berikut:

  • Kedelai direndam selama 1 hingga 2 jam, kemudian digiling sampai menjadi bubur kedelai.
  • Bubur kedelai dimasak di atas tungku dan diaduk sampai mendidih.
  • Setelah mendidih, bubur kedelai kemudian diangkat dan disaring ke dalam gentong kayu sambil diayak dan ditambahkan air panas.
  • Selanjutnya dilakukan pemisahan antara sari kedelai dengan ampas tahu.
  • Sari kedelai tadi kemudian ditambahkan air garam secukupnya, untuk tujuan penggumpalan.
  • Sari kedelai yang sudah menggumpal dimasukkan ke dalam cetakan kayu dan dipres hingga kadar airnya berkurang.
  • Setelah dicetak dan dipres selama +/- 30 menit, sari kedelai tersebut menjadi tahu. Selanjutnya dipotong menjadi bentuk segi empat.
  • Tahu yang sudah dipotong tadi kemudian direbus sampai mendidih di dalam air yang sudah dicampur dengan garam.
  • Setelah direbus, tahu didinginkan dan disimpan dalam boks untuk dijual.

tahu-151a-lombok-03

Oh ya selain menyediakan tahu, outlet Tahu 151 A juga menjual aneka makanan khas Lombok lainnya seperti: dodol/manisan rumput laut, kerupuk kulit, terasi Lombok, telur asin/telur asin bakar, hingga kangkung. Sudah pada kenal dong sama kangkung Lombok dengan ciri khasnya yang berbatang besar πŸ˜‰ Di sini kangkungnya dijual dalam keadaan dingin ala ala supermarket gitu.

Tahu Lombok yang Jadi Idola Para Wisatawan

tahu-151a-lombok-06

Pernah suatu ketika saat saya berada di Tahu 151 A, seorang pekerjanya sedang bersiap membawa berkotak-kotak tahu. Setelah saya tanyakan, rupanya tahu-tahu itu akan diantarkan ke hotel tempat para wisatawan yang memesan tersebut menginap. Biasanya kalau kondisi begitu, para wisatawan sudah tidak sempat singgah di outlet lagi keesokan harinya. Itulah mengapa mereka meminta diantarkan ke hotel saja.

Pada kondisi lain saya pernah mengantarkan seorang kerabat ke bandara dan dalam perjalanan dia meminta saya singgah di outlet Tahu 151 A Lombok. Dan benar saja, di sana dia membeli beberapa potong tahu yang belum digoreng, pun yang sudah digoreng sebagai bekal selama perjalanan. Seperti yang sudah saya singgung di awal tulisan, kebanyakan wisatawan yang pernah mengkonsumsi tahu ini sebelumnya pun sampai menyiapkan berkotak-kotak wadah sendiri sebagai tempat mengemas tahu tersebut. Hahaha. Niat banget yak πŸ˜€

Bagaimana dengan teman-teman, sudah pernah coba Tahu 151 A Lombok belum?

Biasa dipanggil Andy. Pernah tinggal lama di Makassar dan sekarang di Mataram, Lombok. Ngeblog sejak 2007. Senang kulineran, staycation, kopdaran di cafe, browsing produk di toko online tapi gak beli, dan tentu saja...senang menulis :) Bisa dikontak di andyhardiyanti@gmail.com

33 Comments

  • dey June 15, 2016 at 1:06 pm

    Wahhh, jadi penasaran rasa tahu ini. Apa bedanya ya dengan tahu lembang yang juga jadi oleh2 wisatawan yg berkunjung ke sini.

    Reply
    • andyhardiyanti June 20, 2016 at 7:26 pm

      Coba aja kemarin pas ke Lembang saya cobain tahunya. Kan jadi ngerti bedanya apa πŸ˜€
      sayang gak euy..kemarin nge-susu aja pas di Lembang. Ngetahu enggak, ngesosis juga enggak.

      Reply
  • odhi June 15, 2016 at 2:30 pm

    wahh kalau tahu yang ini kayaknya ga perlu di goreng dadakan udah enak ya heheheh

    Reply
    • andyhardiyanti June 20, 2016 at 7:25 pm

      Tahu yang ini digoreng biasa aja, gak perlu dadakan.
      #ehapasih πŸ˜€

      Reply
  • Ophi Ziadah June 15, 2016 at 2:47 pm

    Wau baru denger nih mbak
    Ternyata di lombok ada tahu putih yg happening juga yaa
    Klo di jkt bandung dsk kan tahu yun yi

    Reply
    • andyhardiyanti June 20, 2016 at 7:24 pm

      Namanya tahu yun yi?
      Heuheuheu..belum cobain euy pas ke Bandung kemarin.. hiks~

      Reply
  • Ristin June 15, 2016 at 3:22 pm

    Disini lg sering jualan tahu bulat digoreng dadakan πŸ˜€

    Reply
    • andyhardiyanti June 20, 2016 at 7:24 pm

      Hahahahha yang ini tahu kotak digoreng dadakan dong jadinya~

      Reply
  • Arman June 15, 2016 at 4:45 pm

    Wah keliatannya enak nih. Gw penggemar tahu goreng soalnya hehe

    Reply
    • andyhardiyanti June 20, 2016 at 7:22 pm

      Enak nih man. Hayukk ke Lombok. Bawa Emma yaa πŸ˜€
      Hahahahah..

      Reply
  • Evi June 15, 2016 at 6:18 pm

    Hebat nih Lombok bisa ngangkat tahu jadi kuliner kebanggaan. Apa lagi tahu makanan semua umat yang banyak disukai πŸ™‚

    Reply
    • andyhardiyanti June 20, 2016 at 7:21 pm

      Betul sekali mbak πŸ™‚
      Sayang yaa pas ke Lombok kemarin gak sempat icip icip tahu di sini..

      Reply
  • Hastira June 15, 2016 at 8:18 pm

    jadi penasaran ya , apa lebih enak dari tahu bandung

    Reply
    • andyhardiyanti June 20, 2016 at 7:20 pm

      Nah..saya belum pernah coba tahu Bandung soalnya πŸ˜€
      Kita barter aja kali ya? hehehehe

      Reply
  • Diarysivika June 15, 2016 at 8:39 pm

    Penampilannya terlihat biasa tapi katanya memang enak, jadi penasaran nih mba πŸ˜€

    Reply
    • andyhardiyanti June 20, 2016 at 7:20 pm

      Iya mbak. Waktu pertama lihat juga saya bilang gitu. Ini mah kayak tahu-tahu yang lain. Eh ternyata enggak. Enak banget euy~

      Reply
  • Ira Guslina June 15, 2016 at 8:48 pm

    Penasaran… semoga satu waktu ada rezeki cicip tahu 151 dan ke Mataram mba…

    Reply
    • andyhardiyanti June 20, 2016 at 7:19 pm

      Amiiin..
      Siapa tahu gitu ada lomba blog berhadiah liburan ke Lombok yaa πŸ˜€

      Reply
  • DoNurdians June 15, 2016 at 9:18 pm

    makasih mbak atas infonya mbak…kalo kesana saya aka coba tuh tahunya,,,

    enak kayaknya..yummmy

    Reply
    • andyhardiyanti June 20, 2016 at 7:15 pm

      Sipp.. wajib cobain. Enak banget ini soalnya πŸ™‚

      Reply
  • Ceritaeka June 16, 2016 at 5:53 am

    Duuh, kebayang lembut tahunya.
    Yum banget!

    Reply
    • andyhardiyanti June 20, 2016 at 7:14 pm

      Hayukk ke sini mbak πŸ™‚
      Biar gak cuma dibayangin hehehehe

      Reply
  • baiqrosmala June 16, 2016 at 6:55 am

    Wah saya baru tau ada tahu 151A, thanks atas informasinya mba..

    Reply
  • Sandi Iswahyudi June 16, 2016 at 6:07 pm

    kalau ke Lombok, bolehlah mencobanya, tapi saya pengen nyobain ayam taliwang sama yang pedas-pedas hehe. soalnya kalau tahu di Jawa juga ada πŸ™‚

    Reply
    • andyhardiyanti June 20, 2016 at 7:10 pm

      Hahahaha.. iya sih, buat yang belum pernah coba ayam taliwang dan kuliner Lombok yang pedas pedas ya pasti pada penasaran. Tapi besok besok pas ke Lombok lagi paling udah bosan aja tuh sama menu-menu tersebut πŸ˜€

      #pengalaman

      Reply
  • Hairi Yanti June 17, 2016 at 3:01 pm

    Kalau suami saya baca, pasti langsung minat nih. Dia penggemar berat tahu πŸ˜€

    Reply
    • andyhardiyanti June 20, 2016 at 7:02 pm

      Hayukk mbak, kasih baca ke suaminya πŸ˜€
      Siapa tau langsung pada cuss ke Lombok.

      Reply
  • Yasinta Astuti June 17, 2016 at 6:51 pm

    Uuuu tahuuuu. Penampakannya mirip dengan tahu lembang di Bandung mbak
    Sebagai penggemar tahu, kalau ke Lombok wajib coba ini juga berarti yaah hihi

    Reply
    • andyhardiyanti June 20, 2016 at 7:01 pm

      Saya belum coba tahu Lembang πŸ™
      Kirimin gih. Barter sama tahu 151a hehehehe

      Reply
  • dona June 19, 2016 at 1:29 am

    ternyata lombok juga ada produsen tahu enak ya mbak, krirain cuma di sekitaran lembang aja..

    Reply
    • andyhardiyanti June 20, 2016 at 6:59 pm

      iya mbak, ada. Saya malah pas ke Lembang tempo hari belum sempat cobain tahunya πŸ™

      Reply
  • Freddy Gunawan February 28, 2017 at 3:30 am

    “dicocolin sambal kecap aja sudah berasa”
    Jadi ngiler . . .

    Reply

Leave a Comment