#BandungTrip – Sembilan Jam di The Trans

ppej-bandung-006-andyhardiyanti

#BandungTrip – Sembilan Jam di The Trans. Lanjut lagi di postingan cerita jalan-jalan saya selama di Bandung beberapa waktu yang lalu. Bagi yang tidak begitu suka dengan topik seperti ini dipersilakan pindah ke postingan saya yang lain. Asal jangan tutup browser ya.. Sembilan jam di The Trans? Ya, maksud saya kawasan Trans itu. The Trans Luxury Hotel, Trans Mall dan sekitarnya. Demi apa saya dan Rani (anak saya) ngadem sembilan jam di sana? Bisa dibaca di tulisan berikut yaa.

Gojek Lagi Gojek Lagi

Saya sudah siap sejak pagi, tapi tidak segera berangkat ke tempat tujuan. Melainkan masih duduk cerita-cerita bareng keluarga. Padahal sebentar lagi sudah pukul 8. Sebenarnya saya memang tidak berencana datang lebih awal, karena pikir saya ah acara nanti ini paling telat juga mulainya seperti acara yang saya datangi beberapa hari sebelumnya. Jadilah di pukul 07.55 saya berangkat dari rumah dengan anak saya menggunakan gojek. Si moda transportasi andalan saya selama di Bandung. 5 menit lagi acara dimulai dan kami baru berangkat. Sementara tempat kami tinggal lumayan jauh dari tempat diadakannya acara, yaitu di The Trans Luxury Hotel Bandung.

Tiba di tempat acara, dugaan saya rupanya meleset. Acara sudah dimulai sejak tadi, tepat pukul 08.00. Aih..gini deh kalau bawaannya ngaret 😀 Giliran ada yang tepat waktu malah heran sendiri 😀

Kopdar Seru di The Trans Luxury Hotel Bandung

The Trans Luxury Hotel Bandung ramai sekali pagi itu, terutama oleh para ibu hamil. Ya, pada tanggal 2 April di waktu tersebut sedang diadakan sebuah acara bertajuk Prenagen Pregnancy Educational Journey dimana kota Bandung bertindak sebagai kota penyelenggara pertama di tahun 2016. Rasanya jadi dejavu sih ya mengingat di tahun 2010 saya juga pernah menghadiri acara yang sama walau dalam kemasan yang belum semenarik yang diadakan tahun ini. Sudah 6 tahun, aih lama sekali rasanya. Dulu anak saya bahkan masih di kandungan, sekarang di kegiatan yang sama dia sudah hadir sebagai putri kecil berusia hampir 5 tahun 🙂 Tapi sebenarnya bukan itu yang mau saya ceritakan.

Beberapa hari sebelumnya saya memang sudah janjian akan hadir di kegiatan ini dengan Teh Nchie. Setelah mencari kesana sini dan mengontaknya melalui telepon. Kami pun akhirnya ketemu (lagi). Iya, serius suasananya waktu itu ramai banget. Karena saat saya tiba acara memang tengah berlangsung. Selain Teh Nchie rupanya saya bertemu dengan sejumlah teman. Aih..senangnya. Jarang-jarang saya kopdaran langsung ketemu banyak orang begini. Saya bertemu dengan sejumlah teman yang juga ada di kopdaran sebelumnya, serta beberapa orang teman yang memang baru kali ini bertemu. Seperti mbak Dessy dan mas Raja Lubis. Foto keseruannya bisa dilihat di awal tulisan ini yaa ^_^

Acara PPEJ atau Prenagen Pregnancy Educational Journey ini berakhir pada pukul 13.00. Dilanjutkan dengan makan-makan cantik (baca: makan siang), berhubung pas acara berakhir suasananya crowded sekali saya akhirnya makan siang berdua saja sama si kecil Rani. Karena saya pikir teman-teman yang lain sudah pada pulang.

Berteduh Sejenak

Entah sudah pukul berapa waktu itu. Kalau tidak salah sekitar pukul 2 siang. Usai makan siang kami memilih jalan-jalan sebentar melihat tampilan interior The Trans Luxury Hotel Bandung. Sebenarnya sambilan juga sih karena tadi si kakak nelpon dan bilang jangan pulang dulu. Entah dia mau susul kita ke sini, entah dianya mau kasih kejutan atau entah lainnya. Jadilah kami jalan-jalan gak jelas keliling hotel ini. Sampai akhirnya di lobby, kami melihat tangga yang kece gini. Tahu gak saya kebayang apa? Kebayang rumah-rumah mewah di sinetron jaman dulu. Wkwkwkwkwk.

bandung-andyhardiyanti-13

Kalau Rani sih lihat tangga kayak gini bawaannya ya langsung wow wow aja. Langsung minta difoto pula! Maklum aja ya kakak, katro katro dikit. Hihihihi. Oh iya, kelar foto-foto saya dan Rani sempat masuk di Trans Mall bentar. Cuma buat ke kamar kecil dan beli roti. Jiahhh.. ke kamar kecil aja jauh bener. Eh gak terasa si kakak ngabarin lagi kalau kami disuruh tunggu aja. Mau dijemput katanya. Dan lagi nunggu gitu malah ketemu Teh Nchie (lagi), ya sudah dengan kekuatan memelas kita minta teteh cantik yang satu ini buat temanin kita nunggu. Sebenarnya kalaupun pulang juga gak mungkin sih yaa, di luar sedang turun hujan deras soalnya 😉

Ujung Ujungnya Ngopi

bandung-andyhardiyanti-14

sumber: instagram @nchiehanie . Follow yaa kakak…

Sedari tadi Teh Nchie ngajak saya ngopi. Oke fix, ngopi (lagi). Perasaan kalau ketemu Teh Nchie ini pasti deh urusannya gak jauh dari ngopi ngopi cantik. Besok besok kalau dia ke Lombok, bakal saya ajak ke Maktal Coffee Bar nih! #deuhJanji.. Lanjut lagi, si teteh mau ngopi lah sayanya gak mau. Soalnya si kakak bilang bakal jemput di lobby. Jadi ya sudah kita nunggu sampai entah berapa lama. Hampir satu jam kalau gak salah.

Karena mulai bosan dan akhirnya si kakak kabari kalau bakal jemput di Trans Mall aja, jadi deh kita menuju tempat ngopi. Ya sambil nunggu dijemput. Heuheuheu..ngopi lagi ngopi lagi. Yang mana belum berapa menit kita ngopi si kakak udah tiba 😀 😀 Duh yaa, tahu gitu dari tadi aja kitanya ngopi di sini 😀

Makan Siang di Food Court TSM

bandung-andyhardiyanti-15

Rupanya si kakak jemputnya sekeluarga. Iya, jadi totalnya kita bersembilan gitu. Dijemput sama keluarga kami dari Antapani (Kang Cecep, Teh Wawang dan Adek Nabila) terus diajak makan siang di sini. Berhubung udah pada lapar semua dan makan siangnya ini udah bukan siang lagi jadi kita langsung ke food court aja. Padahal sama Kang Cecep mau diajak ke tempat makan di lantai bawah TSM dimana kitanya bisa pilih sendiri ikan dkk hidup-hidup terus diproses disitu deh pokoknya. Intinya sih pasti bakalan lama jadinya kalau makan di sana.

Makan siangnya di food court TSM. TSM masih masuk kawasannya The Trans kan? eh atau gimana? Pokoknya saya masih di kawasan ini sejak pukul 8 tadi. Ada berapa jenis menu kita cobain, seperti: Sate Maranggi, Sop Buntut, Sop Iga dan lainnya. Mohon maaf fotonya gak ada cyin.. Sudah lapar dan cuma sempat foto seperti di atas itu aja. Foto yang lain pada blur semua 😀 Tangannya yang moto gemetaran sepertinya. Gagal jadi food blogger nih. Hihihihi.

Ramai Ramai Ke Antapani

bandung-andyhardiyanti-11

Kelar makan siang dan lain lain, sudah sore aja. Terus kita lanjutkan perjalanan deh. Ke mana? Yups, malam ini kami sekeluarga diajak nginap di rumahnya Kang Cecep di Antapani. Dimana konon rumahnya dekat banget sama tempat tinggal Ariel Peterpan atau Ariel Noah #yangginijugadibahas. Berangkat dari TSM jam berapa, tibanya jam berapa. Duhh..baru kali ini ngerasain macetnya Bandung. Kemarin belum pernah soalnya 😉

Tiba di Antapani ya langsung shalat Maghrib dan lapar lagi! Kelar beres beres kita sudah pada sibuk menyiapkan makan malam. Ada sup, ayam bakar dan lalapan. Yang mana tampilan pun rasanya enak enak semua. Tapi lagi lagi gak sempat saya foto dengan baik. Huft. Lagi lagi gagal jadi food blogger 😀 Selesai makan malam kami duduk duduk cerita, nonton bareng dan kemudian bobo cantik.

Akhirnya cerita seharian ini tuntas juga. Ya, sekitar sembilan jam saya dan Rani berada di kawasan The Trans, sepertinya lebih tepat disebut kawasan TSM kali ya? Oh iya, maaf kalau ada yang terganggu dengan tulisan edisi #BandungTrip saya yaa. Tulisannya emang berantakan gini. Biar lebih santai aja nulisnya. Sekadar jadi bahan buat dibaca-baca esok lusa. Juga supaya si kakak di Makassar (satu-satunya kakak saya yang gak ikutan seru-seruan kita di sini) bisa ikut merasakan trip Bandung kemarin 😉

Oh ya, ini cerita lanjutan dari cerita-cerita saya selama nge #BandungTrip bulan Maret-April lalu. Cerita sebelumnya bisa teman-teman baca di sini ya:

#BandungTrip – Perjalanan Berkesan di Kota Kembang
#BandungTrip – Balubur Town Square
#BandungTrip – Kopdaran Seru di Bawean Bakery Gandapura
#BandungTrip – Euforia Wisuda di Sabuga

Biasa dipanggil Andy. Pernah tinggal lama di Makassar dan sekarang di Mataram, Lombok. Ngeblog sejak 2007. Senang kulineran, staycation, kopdaran di cafe, browsing produk di toko online tapi gak beli, dan tentu saja...senang menulis :) Bisa dikontak di andyhardiyanti@gmail.com

12 Comments

  • Ririe Khayan May 7, 2016 at 4:15 pm

    lha kalau 9 jam di The TRans isinya sebegitu nendangnya…saya jugak mau ikutan Mbakkkkkk

    Reply
    • andyhardiyanti May 8, 2016 at 4:56 pm

      Hahahahah… hayukkk mbak.
      Iya nih, sampai kucel karena kelamaan di sana. Untung ditemani ngopi cantik sama Teh Nchie 😉

      Reply
  • Rosanna Simanjuntak May 8, 2016 at 7:42 am

    Aku suka lihat foto tangganya.
    Vintage banget dan elegan!
    Maaf, gagal fokus 🙂

    Reply
    • andyhardiyanti May 8, 2016 at 4:52 pm

      Bwahahahah iya banget nih.
      Tangga ala ala rumah orang kaya gitu yaa 😀 😀

      Reply
  • Lidya May 9, 2016 at 3:21 am

    gak terganggung kok mbak, malah seneng bisa melihat kesruan liburannya

    Reply
    • andyhardiyanti May 11, 2016 at 1:16 am

      Aaaaakkk…maacih mbak :*
      Kapan-kapan kita liburan bareng yak~
      Biar bisa tulis keseruannya juga di blog.

      Reply
  • Mukhsin Pro May 9, 2016 at 5:30 am

    Bisa ikutan tuh mbak. Hehehe

    Reply
    • andyhardiyanti May 11, 2016 at 1:13 am

      Gak bisa. Soalnya saya udah balik lagi ke Lombok. Wkwkwkwkkwk~

      Reply
  • DoNurdians June 5, 2016 at 7:48 pm

    Sebai warga bandung senang rasanya bisa dikunjungi oleh blogger lombok

    salam kenal

    Reply
  • Nathalia DP June 6, 2016 at 7:19 am

    duh itu ayam bakarnya…

    Reply
  • #BandungTrip – Farmhouse Susu Lembang dan Gubug Makan Mang Engking – Blognya Andy Hardiyanti December 3, 2016 at 3:13 am

    […] tulisan #BandungTrip saya yang sebelumnya? Yap, setelah seharian menghabiskan waktu di sekitaran The Trans Hotel dan Trans Studio Mall akhirnya kami menuju kawasan Antapani. Kami diajak bermalam di sana di rumah […]

    Reply

Leave a Comment