Standar: Perhatian Datang Dari Mana Saja

standar

Pernah berpikir tidak kalau para pengendara motor (bahkan mobil maupun pejalan kaki sekalipun) bisa tiba-tiba punya ikatan batin yang kuat. Tidak peduli seberapa mahal motor yang dikendarainya hingga siapa orang yang sedang mengendarai motor tersebut. Ya, standar motor menjadi titik pertemuan itu semua. Satu hal sederhana yang menyebabkan setidaknya seorang pengendara motor bisa terhindar dari kecelakaan pun hal sederhana yang membuat seseorang pengendara lain merasa terjalin ikatan batin di sana usai berteriak singkat: standarnya mas!

Standar motor. Sebuah bagian dari kendaraan motor yang digunakan ketika motor diparkir/tidak dikendarai. Si standar ini akan diturunkan dan menyentuh tanah ketika ia berfungsi sebagaimana mestinya. Dan ketika motor akan kembali dijalankan, maka tentu saja seharusnya si standar harus dinaikkan kembali. Ya, seharusnya. Tapi inilah satu hal yang tetap saja sering kita lupa. Satu hal kecil yang mungkin hampir sebagian dari kita sudah mengalaminya. Lupa menaikkan atau mengembalikan posisi standar motor ketika akan melanjutkan perjalanan.

Entah bagaimana meskipun kita selalu coba ingat, tapi tetap saja sekali dua kali selalu lupa untuk mengembalikan posisinya. Alhasil, bergeraklah kendaraan roda dua tersebut dengan standarnya yang masih mengarah ke bawah yang tentu saja sangat membahayakan nyawa si pengendara.ย  Dan entah mengapa pula, selalu ada perhatian yang datang dari mana saja. Yang syukurnya seringkali datang sebelum motor ini memiringkan posisinya, yang jelas adalah posisi berbahaya dengan standar yang belum dinaikkan tadi. Nah, ini kalian yang butuh perhatian mungkin perlu banyak belajar dari si standar motor #eh. Ya gimana, soalnya banyak yang perhatiin gitu…

Apa yang teman-teman rasakan ketika ada pengendara lain yang menegur atau mengingatkan kita untuk mengembalikan posisi standar? Lega tentu saja. Kadang pula menyalahkan diri sendiri yang kok tetap saja lupa. Dan yang terakhir tentu rasa hutang budi pun terima kasih tak terkira pada mereka yang telah berlalu entah kemana. Wajar saja, toh mereka mengingatkan selagi tetap pada posisi menjalankan kendaraannya sendiri. Mungkin rasa-rasa seperti ini yang kemudian menjadikan kita tidak bisa diam ketika melihat kondisi yang sama, yang terjadi pada motor-motor lain dengan si pengendara yang juga tidak kita kenal. Kondisi hutang budi atau mungkin kondisi karena adanya ikatan batin sesama pengendara motor. Apapun jenisnya motornya, mahal atau tidaknya, bahkan siapa sih pengendaranya.

Mas, standarnya mas! Teriak kita setiap kali mendapati kondisi tersebut. Kadang perlu teriak lebih dari sekali atau sekadar mencoba lebih dekat dengan si pengendara agar apa yang kita ucapkan lebih mudah ia dengar. Setelah itu, setelah si pengendara tadi mendengar dan mengucap terima kasih, apa yang kemudian kita rasa? Ah, perhatian akan posisi si standar motor itu memang bisa datang dari mana saja. Baik kita yang diperhatikan maupun kita yang perhatian pada pengendara motor yang lain. Tentu saja ada rasa senang ketika kita berhasil mengingatkan si pengendara untuk menaikkan posisi standar motornya.

Bahkan tulisan ini pun bersumber dari pengalaman saya yang sudah dihadapkan pada dua kondisi di atas. Sebagai yang diingatkan pun yang mengingatkan. Ada hal penting yang bisa saya simpulkan dari perilaku spontan para pengendara ini. Siapapun kamu, motor apapun yang kamu kendarai, dari manapun kamu berasal tetap saja kewajiban tidak tertulis itu berlaku untuk mengingatkan si pengendara ketika posisi standar motor tidak pada tempatnya. Kewajiban, sebab sesama pengendara ada ikatan batin yang kuat untuk saling menjaga ๐Ÿ˜‰

Saya menuliskannya, agar suatu saat ketika saya sudah siap mengendarai motor sendiri saya selalu ingat kewajiban tidak tertulis tadi ๐Ÿ˜€

Biasa dipanggil Andy. Pernah tinggal lama di Makassar dan sekarang di Mataram, Lombok. Ngeblog sejak 2007. Senang kulineran, staycation, kopdaran di cafe, browsing produk di toko online tapi gak beli, dan tentu saja...senang menulis :) Bisa dikontak di andyhardiyanti@gmail.com

11 Comments

  • Alris December 25, 2015 at 3:16 am

    Kelupaan hal kecil macam ini, -mengembalikan standar ke posisi semula- bisa berakibat fatal. Saya dulu beberapa kali mengalami hal ini. Beruntung gak ada kejadian fatal.

    Reply
    • andyhardiyanti December 25, 2015 at 1:11 pm

      Iya mas, dulu saya pernah bertanya sama suami. Memangnya kenapa kalau standar tidak dikembalikan ke posisi semula. Rupanya bahaya kalau pas belok gitu ya mas, bisa nyangkut atau gimana gitu..

      Reply
  • f.nugroho December 25, 2015 at 12:34 pm

    sering sih mengingatkan dan diingatkan. kalo pas bisa mengingatkan rasanya seneng bisa “berbagi”. tapi kalo pas diingatkan, rasanya konyol. hehe

    Reply
    • andyhardiyanti December 25, 2015 at 1:09 pm

      Betul banget itu mas ๐Ÿ˜€ Dan konyolnya lagi, tetap aja besok-besoknya lupa kembalikan posisi standar. Hadeehh konyolnya gak ketulungan.

      Reply
  • Elisa December 25, 2015 at 5:24 pm

    Kadang ada rasa puas tersendiri ketika saya berhasil mengingatkan pengendara motor lain yang lupa standarnya belum dinaikkan. Seneng aja, karna nggak sampai terjadi hal tak diinginkan.

    Reply
  • Aireni Biroe December 25, 2015 at 8:10 pm

    Sampek sekarang saya masih jadi pembonceng setia mbak *alias gak bisa sepeda motoran* hehe, jadi palingan pernah mengingatkan pengendara yang lupa standarnya itu yaa yang bonceng saya, itupun sebelum motor dijalankan ๐Ÿ˜€

    Reply
  • Lidya December 27, 2015 at 2:14 am

    Memberikan perhatian buat orang lain berpahala juga mencegah terjadi sesuatu ya mbak. AKu juga suk alupa kalau naik mnotor angkat standar, kebiasaan motor yang satunya mesin gak bisa menyala kalau standardnya masih dibawah

    Reply
  • Ila Rizky January 22, 2016 at 1:12 am

    iya, pernah liat juga ada yang lupa benerin standar ๐Ÿ˜€ tapi kalau matic pasti udah dinaikin, soalnya pakai sistem otomatis ๐Ÿ˜€

    Reply
    • andyhardiyanti January 22, 2016 at 5:24 am

      Oh iya ya, tapi kayaknya kalau motor matic yang keluaran awal-awal belum otomatis deh. Kalau otomatis mah enak ya mbak, motornya gak bisa hidup kalau standarnya belum dinaikin ๐Ÿ˜‰

      Reply
  • Egi February 6, 2016 at 12:32 pm

    Saya pernah kejadian jga, lupa naikkin standar jengkelnya padahal ada aja tuh orang disamping gk ngingatkan malah kaya sinis gitu ngeliatnya.

    Reply
    • andyhardiyanti February 7, 2016 at 4:12 pm

      Yah..kok malah sinis ya? Padahal besok-besok bisa saja kejadiannya menimpa dia ๐Ÿ™

      Reply

Leave a Comment