Tiga Dunia Baru

Ada yang lupa saya sebutkan di postingan sebelumnya. Postingan ini, pun ada di draft kepala saya. Perihal tiga dunia baru untuk tiga orang yang berbeda. Tiga kejadian tak sama pada tiga hari berturut-turut. Berkaitan dengan kelahiran, pernikahan, dan yang terakhir adalah kematian. Permisi, biar selanjutnya saya ceritakan saja.

Dunia Pertama: Kelahiran

anaknya kak Unga *lupa namanya siapa*

17 Desember 2011

Saya baru saja selesai menyuapi sarapan bubur untuk Rani. Sampai akhirnya suami saya menyuruh kami bersiap-siap. “Siang nanti ada undangan akikah anaknya Unga. Tapi anak-anak angingmammiri janjian datangnya jam 4, karena banyak yang masih ngantor. Kita berangkat siang saja, kan mau cari tempat praktiknya dr.Erwin. Iya,kan?. Saya langsung jawab ‘iya’ saja pada postingan ini, berhubung saya lupa apa yang saya ucapkan saat itu. Seperti yang saya katakan di postingan sebelumnya. Beberapa waktu yang lalu saya kembali disibukkan dengan urusan sakit pada bagian bawah paru-paru saya. Dokter saya sebelumnya malah menyarankan agar saya berkonsultasi dengan seorang dokter spesialis paru-paru. Saya sih tidak masalah mau disuruh konsul kemana saja. Tapi yang bikin susah kali ini adalah karena dokter saya itu lupa alamat persisnya tempat praktik dokter paru-paru ini. Jadilah saya mesti menyiapkan waktu untuk mengeksplor daerah tinumbu (iya, tinumbu..satu-satunya clue dari dokter saya sebelumnya). Syukur-syukur kalau ternyata si dokter buka praktik sabtu malam ini.

Tempat praktik dokter sudah kami temukan. Tapi masih sekitar 3 jam lagi baru mulai praktik. Jadilah sore itu kami berangkat memenuhi undangan akikah anak ke-2 kak Unga, salah seorang anggota Komunitas Blogger Makassar, Anging Mammiri. Undangan makan-makan lebih tepatnya. Sebab acara akikah yang dimaksud tentu sudah berlangsung sejak siang tadi. Akikah, acara gunting rambut plus penyembelihan kambing yang diadakan berkaitan kelahiran seorang anak. Kelahiran, si bayi yang dahulu tinggal di rahim ibunya mau tidak mau harus berhadapan di dunianya yang baru. Selamat datang, nak ^__^ Tenanglah, walau tak di dalam rahim ibu lagi, ibumu pasti akan terus memelukmu.

Rani lelah hari ini, pulang dari rumah kak Unga, ia (tentu saja tetap bersama Papa dan Mamanya) langsung menuju jalan tinumbu. Cobalah cek di peta jika sempat, jarak dari BTN Tabaria ke Jalan Tinumbu πŸ˜‰ Jauh? iya, sangat. Saya tahu ia sangat lelah. Semoga besok bisa benar-benar istirahat seharian di rumah.

Dunia Kedua: Pernikahan

18 Desember 2011

Bayangan saya untuk bisa istirahat di rumah seharian hari ini ternyata gagal. Tadi malam, sepulang dari tempat praktik dr. Erwin, kami kedatang tamu istimewa. Istimewa karena besok orang yang bernama Ancha itu akan segera mengakhiri masa lajangnya #tsssaahhhh.. Yap, malam itu ia mengantarkan undangan pernikahannya. Undangan yang hanya memberikan waktu kurang dari 24 jam untuk kami saya berpikir. Hadir atau tidak hadir. Masalahnya kalau mau hadir saya mesti bongkar-bongkar tumpukan baju dulu untuk milih baju yang sesuai. Maklum, saya jarang menghadiri acara resepsi begitu ;D Kalaupun hadir bajunya pasti bukan kebaya atau baju-baju yang cewek banget gitu..hihihi.

nah..ketemu juga..baju pas acaranya kak eva dulu..

Setelah bongkar sana sini. Ketemu juga baju yang pas, baju yang saya pakai waktu resepsi pernikahan kakak saya tahun 2008 silam. Tapi belum lengkap, soalnya jilbabnya gak ada yang cocok πŸ™ Singkat cerita (dari tadi kelamaan curhatnya), kami keluar rumah lagi siang itu buat nyari jilbab dan kado buat si pengantin ;D. Mutar sana sini, sampai akhirnya tiba di rumah udah sore (sorenya jam 6 pula!). Dan acaranya dimulai jam 7! BTP lagi dapat giliran pemadaman listrik. Air PDAM gak nyala. Oke, kita (sedikit) gak mandi untuk menghadiri acara itu. Pas lagi siap-siap eh ada telpon dari niniknya Rani (Mama saya), rupanya ada keluarga yang meninggal siang tadi. Ninik dan atoknya Rani rencananya mau pergi melayat. Kita disuruh jemput ke faisal. Dan yap! Tempat resepsi dan rumah keluarga yang akan didatangi itu sama-sama di Sudiang. Tapi kita keburu janjian mau berangkat rame-rame sama beberapa orang teman. Mobil bakalan penuh. Jadilah saya bilang sama beliau, sebentar pulang dari acara nikah ini baru saya ke faisal jemput mereka.

Yang di Makassar, mari membayangkan sejenak.. BTP –> Sudiang –> BTP –> Kompleks Faisal –> Sudiang.

Jauh dikit ya mutar-mutarnya? ;D Tapi gak papa kok, biar semuanya bisa dihadiri.

Selamat ya... *foto jarak dekat*

Selamat untuk kak Ancha dan kak Ema. Selamat menempuh hidup baru. Selamat datang di Dunia yang Baru, dunia yang berwarna-warni. Dunia yang jelas berbeda dengan sekedar status berdua yang bertahun-tahun kalian lewati itu, eheuuum pacaran maksud saya.

Dunia Ketiga: Kematian

19 Desember 2011

Bapak- Kk Andy- Kk Helmi- Ibu

Saya sudah menganggap beliau sebagai bapak saya sendiri, keluarga saya sendiri. Namanya Pak Hamid, seorang pensiunan TNI (mungkin Pakdhe Cholik kenal?). Bermula dari perkenalan saya lewat facebook dengan anaknya yang bernama Helmi. Kak Helmi ini rupanya bekerja di kota Sumbawa-NTB. Setelah kenalan-kenalan, keluarga kita berdua jadi akrab. Kak Helmi sering mampir di rumah saya di Mataram, beberapa hari setelah resepsi pernikahan saya pun beliau datang ;D. Banyak hal yang membuat keluarga kami akrab. Mulai dari pernah sama-sama tinggal lama di Ambon, sama-sama merasakan kerusuhan di sana, pun karena sekarang sudah sama-sama menetap di Makassar. Dan oh iya, Bapak (Pak Hamid) dan Atoknya Rani itu juga ternyata sama suka cerita. Sama-sama cerewet ;D

Semalam, pulang dari resepsi pernikahan saya tidak ikut melayat. Niniknya Rani suruh saya nginap di faisal saja dulu. Kasihan Rani kecapekan katanya. Malam itu keluarga saya yang pergi melayat kembali ke rumah sudah hampir pukul 1 dini hari. Ninik cerita kalau jenazahnya besok siang dimakamkan. Ninik minta diantarin kesana. Nah lho, padahal saya juga lagi dikejar deadline bikin desain kalendernya anak farmasi-UIN malam ini. Setelah buat desainnya ngebut-ngebutan. Pukul 7, saya, papa rani, rani, dan ninik berangkat dari faisal menuju sudiang.

Tiba di rumah duka, kami langsung disambut ramah oleh kak Helmi, menyusul ibu dan dua orang kakaknya, Mbak Wiwi dan Mbak Atika. Ini adalah kedua kalinya saya datang melayat, yang pertama waktu kepala sekolah SMA saya meninggal. Perlahan saya duduk di samping jenazah bapak. Duduk diam saja. Sampai akhirnya saya minta izin pada Mbak Wiwi, apa saya boleh membuka kain yang menutup wajah beliau. Mbak Wiwi mengangguk. Jadilah saya melihat beliau, melihat bapak untuk terakhir kalinya. Saya berusaha tenang walau akhirnya sukses airmata ini tergenang. Iya, saya menangis. Sedikit saja. Bagaimanapun juga, rasa sedih itu tidak bisa saya pungkiri. Saya sayang bapak :* Perlahan saya kecup keningnya. Ada Rani di pangkuan saya, tanpa saya tuntun tangan mungilnya ia letakkan pada kening Bapak, eyang kungnya.. Kain putih itu saya tutup lagi.

Bapak, bahkan lebih ceria dari kita yang muda-muda ;D

23 Maret 2009 adalah pertemuan terakhir saya dengan bapak, sebelum akhirnya bapak benar-benar pergi. Saat Kak Helmi dan Kak Andy (kakak saya yang tinggal di Mataram) sedang ada di Makassar. Saat kami makan bersama di D’Cost MP. Saat saya benar-benar merasakan betapa cerianya beliau. Saya bahkan belum sempat mempertemukan beliau dengan Rani. Dan tiba-tiba saja Bapak sudah tidak ada. Bapak sudah di dunianya yang baru, di sisiNya. Berbagi keceriaannya disana.

Sepulang dari rumah duka, ada rasa lelah yang saya rasa. Tiga hari berturut-turut di luar rumah. Seharian. Rani sudah terlelap sejak tadi, saya letakkan ia di tempat tidur. Saya memandanginya, tubuh mungil bayi berusia 8 bulan yang kelelahan. Tiba-tiba senyum manis terlukis di bibirnya, mungkin ia sedang mimpi. Di luar kamar, niniknya berbicara entah pada siapa, mungkin pada kami “Panjang umur Rani..anak ninik.. sehat selalu..tiga hari berturut-turut menghadiri acara yang berbeda, acara senang-senang datang tapi tidak lupa melayat ke rumah eyang kungnya.”

Kecup Rani :*

Ah, Rani. Ia memang anak paling ramah sedunia, paling peduli ;D

Amin, semoga Allah senantiasa memberikan kesehatan dan umur yang panjang untuk anak cucu ninik yang satu itu πŸ˜‰

Kelahiran, Pernikahan, Kematian. Tiga Dunia Baru, bagaimanapun setiap kita akan menghadapinya. Sudah siapkah?

Biasa dipanggil Andy. Pernah tinggal lama di Makassar dan sekarang di Mataram, Lombok. Ngeblog sejak 2007. Senang kulineran, staycation, kopdaran di cafe, browsing produk di toko online tapi gak beli, dan tentu saja...senang menulis :) Bisa dikontak di andyhardiyanti@gmail.com

12 Comments

  • sam January 7, 2012 at 9:15 pm

    Siklus hidup memang seperti yang dijelaskan di atas…

    tapi kok judulnya kan menyebut 3, tapi aku mencari-cari dunia ke tiga-nya mana yaaa??? yang ada cuma dunia ke dua, dua kali disebutin..:D

    Reply
  • nitnot January 7, 2012 at 11:53 pm

    jadi ingat dan terharu lagi dipagi hari ini…. makasih ya tut…
    sama, mas. Pas nulis postingan ini juga langsung kebayang sama bapak lagi :'(

    Reply
  • dmilano January 8, 2012 at 6:14 am

    Saleum,
    Walau bagaimanapun sebagai manusia kita harus siap. KArena Tidak selamanya kita hidup.
    saleum dmilano
    sip, setuju.
    Mari persiapkan semua bekal kita untuk menuju dunia yang ketiga πŸ˜‰

    Reply
  • Mugniar January 8, 2012 at 11:51 am

    Hmmm … sedikit tidak mandi?
    Emang ada gak mandi yang ‘sedikit’? πŸ˜€
    Jauh dikit mutar2i area itu? Ih, mama Rani .. itu kan jauh, gak pake dikit πŸ™‚

    Kematian … selalu jadi pengingat.
    Semoga kita semua membawa bekal yang banyak …
    mandinya setengah aja maksudnya kakak.. mandi setengah (cuci muka+gosok gigi) ;D
    dibilang jauh dikit biar gak kentara capeknya

    Reply
  • gaphe January 8, 2012 at 1:31 pm

    Ada yang lahir, ada yang menikah dan ada yang meninggal.. fase kehidupan semua terlewati dengan pelakunya masing-masing yah.. mengingatkan lagi untuk lebih mensyukuri nikmat Allah..
    iya, mas gaphe..
    Mas Gaphe asik dong jalan2 terus kemana2 liat keindahan alam ciptaan Allah. Makin mantap tuh gak berhenti2 syukurnya ;D

    Reply
  • Adi January 8, 2012 at 10:41 pm

    Kita pasti melalui itu semua. Saya masih mengalami dunia pertama, semoga lancar hingga ketiga dunia..
    didoakan semoga segera bertemu dunia keduanya ;D

    Reply
  • Lidya January 9, 2012 at 4:06 am

    3 hal itu tidak bisa lepas dari kita ya bun
    iya,mbak. Tinggal tunggu giliran aja. Hmmm..

    Reply
  • Lidya January 9, 2012 at 4:07 am

    duh komenku masuk spam kayanya ya
    iya, mbak. Komennya sempat kejaring sama akismet ;D

    Reply
  • Apikecil January 9, 2012 at 8:15 am

    Hmm,3 kejadian yg benar2 atas kuasa-Nya ya Mbak
    dari ketiga kejadian itu seolah kita diperlihatkan sebuah alur kehidupan oleh-Nya…
    kejadian berbeda di 3 hari berturut-turut yang luar biasa hikmahnya πŸ˜‰

    Reply
  • Ndy January 10, 2012 at 7:17 am

    Kehidupan, kematian, jodoh dan rezeki di tangan Allah πŸ™‚

    Reply
  • Puteriamirillis January 11, 2012 at 7:00 am

    ada kebahagiaan ada kesedihan ya mbak…menjadi syukur dan sabar selalu bagi kita. semoga eyang kung diterima Allah disisi Nya.amiin
    banyak pelajaran yang bisa dipetik dari 3 kejadian ini,mbak pu πŸ˜‰
    Amin. Makasih doanya.

    Reply
  • dias July 12, 2012 at 1:12 am

    Kak, boleh saya minta alamat lengkap dan nomer telpon t4 praktek dr,erwin, speasialis paru-paru yg jalan tinumbu? makasih kak πŸ™‚

    Reply

Leave a Comment